Mengenal Sosok Amichai Eliyahu, Menteri Israel yang Serukan Ramadhan Harus Dihapus di Palestina

AKURAT.CO Baru-baru ini Menteri Warisan Israel, Amichai Eliyahu, menyerukan menyerukan penghapusan Ramadhan karena seringnya terjadi eskalasi konflik antara Israel dan Palestina selama bulan tersebut.
Dikutip dari Al Jazeera, Amichai Eliyahu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan meningkatnya ketegangan di Tepi Barat dan Jalur Gaza selama bulan Ramadhan 1445 H.
"Apa yang disebut bulan Ramadhan ini harus dihapuskan, maka ketakutan kami atas bulan ini juga akan hilang," ungkap Amichai Eliyahu.
Sehubungan dengan hal tersebut, simak berikut profil Menteri Israel Amichai Eliyahu, yang serukan penghapusan Ramadhan di Palestina.
Profil Amichai Eliyahu
Amichai Eliyahu dilahirkan di Yerusalem pada tahun 1979 dan dibesarkan di daerah yang dikenal sebagai Shlomi.
Eliyahu tinggal di pemukiman Rimonim, Tepi Barat. Amichai Eliyahu adalah cucu dari Mordechai Eliyahu, seorang Kepala Rabi Israel Sephardi.
Selama dinas militernya, ia pernah ditugaskan di Brigade Pasukan Terjun Payung.
Sejak tahun 2022, Eliyahu telah menjabat sebagai Menteri Warisan Israel dan terpilih sebagai anggota Knesset mewakili Otzma Yehudit.
Baca Juga: Doa Penghujung Bulan Syaban Menjelang Ramadhan, Mohon Ampunan dan Keberkahan Allah
Pada pemilihan legislatif Israel tahun 2022, Eliyahu menempati posisi keempat dalam daftar Otzma Yehudit.
Eliyahu adalah anggota dari partai sayap kanan Itamar Ben Gvir dan cucu dari Mordechai.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Rabbi Sephardi Israel.
Dia menjadi bagian dari kabinet yang tidak memiliki wewenang untuk membuat keputusan tentang kebijakan perang.
Sebelum menjabat sebagai menteri warisan budaya, Eliyahu memimpin Organisasi Komunitas Rabbi dan bertugas di Brigade Pasukan Terjun Payung dalam Israel Defence Forces (IDF).
Eliyahu mulai dikenal secara luas di kalangan publik setelah mengeluarkan pernyataan terkait perang antara Israel dengan Hamas di Gaza.
Seruannya terhadap penghapusan Ramadhan di Palestina termasuk bukan kontroversi pertama kalinya,
Sebelumnya, dia dikenal sebagai kritikus terhadap konsep solusi dua negara antara Palestina dan Israel.
Dia meyakini bahwa solusi dua negara adalah sekadar ilusi yang tidak akan dapat diwujudkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









