Dampak Perang Gaza, Umat Kristiani 'Terpaksa' Menguburkan Jenazah Keluarga Mereka di Kuburan Islam

AKURAT.CO Umat Kristiani Palestina terpaksa menguburkan orang-orang yang mereka cintai di kuburan Muslim di tengah kekacauan perang antara Israel dan Hamas.
Hal tersebut lantaran mereka takut untuk melakukan perjalanan yang berbahaya menuju ke kuburan mereka di Gaza.
“Saya telah bekerja di pemakaman ini selama hampir 10 tahun dan ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya,” kata Ihsan al-Natour, seorang pekerja di pemakaman Tal al-Sultan, dikutip Rabu (10/4/2024).
“Saya belum pernah melihat seorang Kristen dimakamkan di kuburan Muslim, tapi karena perang ini, kami tidak punya pilihan selain menguburkannya di sini," ungkapnya.
Sejak perang pecah enam bulan lalu, pemboman Israel telah menewaskan lebih dari 33.000 warga Palestina dengan sebagian besar warga sipil. Beberapa orang telah kehilangan seluruh keluarganya.
Sebagian besar wilayah pesisir telah berubah menjadi gurun, dengan bangunan-bangunan yang menjadi puing-puing dan debu.
Baca Juga: Catat! 50 Daftar Lokasi Sholat Idul Fitri 2024 Muhammadiyah di Kota Malang
Rumah sakit yang rusak parah tidak dapat menampung korban jiwa, sementara kelaparan dan kemungkinan kelaparan menambah kesengsaraan.
Perjalanan di sepanjang jalan yang bisa dibom atau ditembaki hanya menambah penderitaan orang-orang yang mencoba menguburkan jenazah keluarga mereka.
Israel belum mengizinkan warga Gaza utara, tempat pemakaman Kristen berada, untuk kembali ke rumah mereka.
Al-Natour mengatakan Pemakaman Tal al-Sultan menerima jenazah seorang pria Kristen bernama Hani Suheil Abu Dawood karena terlalu berbahaya bagi keluarganya untuk melakukan perjalanan di tengah pengepungan.
Mereka tidak dapat mengucapkan selamat tinggal padanya dengan benar.
“Jadi kami sudah menguburkannya di sini, di pemakaman Tal al-Sultan. Kami tidak membeda-bedakan antara Muslim atau Kristen di sini. Dia dimakamkan di antara umat Islam dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan dia Kristen,” katanya.
Kerjasama antara Kristen dan Muslim bukanlah hal yang aneh di Gaza.
“Saya harus menjaganya karena dia beragama Kristen. Kita harus melindungi ciptaan Tuhan di muka bumi ini,” kata al-Natour.
Baca Juga: Lengkap! Daftar Lokasi Sholat Idul Fitri 2024 Muhammadiyah di Bandung
“Dia adalah seorang manusia, kami menghormati manusia dan menghargai kemanusiaan dan kami mencintai setiap orang di muka bumi. Bukan sifat kami sebagai umat Islam untuk membenci kemanusiaan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








