Wajib Tahu Deretan Fakta Serangan Iran ke Israel, Salah Satunya Gunakan 300 Lebih Drone dan Rudal

AKURAT.CO Serangan Iran ke Israel sedang menjadi perhatian dunia saat ini. Serangan tersebut dilancarkan dua minggu setelah serangan mematikan terhadap konsulatnya di Suriah.
Serangan Iran ke Israel dilancarkan sejak Sabtu dan Minggu pekan lalu, menargetkan negara dengan mayoritas umat Yahudi tersebut atas pembalasan dugaan seran di Damaskus.
Serangan Iran ke Israel didasarkan sebagai pembalasan atas serangan pekan lalu yang menewaskan tiga belas orang.
Baca Juga: Nathan Tjoe-A-On Datang, Shin Tae-yong Pulangkan Dua Pemain Timnas Indonesia U-23
Dikutip dari Aljazeera, berikut beberapa fakta serangan Iran ke Israel yang perlu diketahui.
Alasan Serangan Iran ke Israel
Iran melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Israel dua minggu setelah dugaan serangan Israel terhadap konsulatnya di Suriah. Hal itu menandai serangan langsung pertama yang dilakukan Iran terhadap wilayah Israel di tanah mereka.
Iran lantas menyebut serangan itu sebagai Operasi Janji Sejati.
Baca Juga: Catatan Unik Maverick Vinales, Juara dengan Tiga Pabrikan Berbeda
Waktu Serangan
Serangan Iraen dimulai pada Sabtu malam pukul 20.00 waktu setempat yang berlangsung sekitar lima jam.
Selama serangan tersebut, ledakan terdengar di kota-kota seluruh Israel, termasuk Tel Aviv hingga Yerusalem.
Sirene serangan udara terdengar di lebih dari 720 lokasi ketika pasukan Israel berusaha menembak jatuh proyektil tersebut.
Baca Juga: Kisah Kesombongan Iblis yang Menolak Sujud pada Adam Serta Hikmah Dibaliknya
Senjata yang Digunakan Iran
Kepala juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengatakan serangan Iran melibatkan lebih dari 120 rudal balistik, 170 dore, dan lebih dari 30 rudal jelajah.
Militer Israel juga mengatakan bahwa sebagian besar proyektil tersebut dicegat di luar perbatasan negaranya, dengan bantuan dari Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
Tidak hanya itu, Yordania juga menembak jatuh beberapa rudal yang ditujukan ke Israel saat terbang melalui wilayah udara Yordania.
Baca Juga: Usai Viral Diduga Hina Islam, Pendeta Gilbert Cium Tangan JK Tanda Minta Maaf ke Umat Muslim
"Sejumlah kecil serangan telah teridentifikasi, di sebuah pangkalan yang terletak di Israel selatan kerusakan terjadi pada infrastruktur," militer Israel menambahkan, dikutip Senin (15/4/2024).
Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, mengatakan bahwa negaranya juga mencegat lusinan rudal dan drone yang diluncurkan ke Israel dari Irak, Suriah, dan Yaman.
Lokasi Serangan
Selama serangan itu, militer Israel memerintahkan penduduk di Dataran Tinggi Golan bagian utara yang diduduki Israel (dekat perbatasan Suriah dan Lebanon) dan di kota-kota selatan Nevatim, Dimona dan Eilat untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan bom.
Nevatim sendiri merupakan lokasi pangkalan udara Israel, sementara Dimona memiliki reaktor nuklir di pinggirannya.
Eilat adalah pelabuhan Laut Merah di selatan Israel, yang mengalami penurunan tajam dalam operasinya karena serangan berulang kali oleh kelompok Houthi Yaman terhadap kapal-kapal yang melewati jalur air tersebut.
Baca Juga: Konflik Iran Vs Israel, Jusuf Kalla: Indonesia Jangan Berbuat Macam-macam, Nanti Timbul Perang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









