AKURAT.CO Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borel mengatakan bahwa Timur Tengah berada di tepi jurang dan menyerukan deeskalasi konflik antara Israel dan Iran.
"Kita berada di tepi jurang dan kita harus menjauh dari situ. Kita harus menginjak rem gigi dan mundur," katanya kepada stasiun radio Spanyol, Onda Cero, dikutip Selasa (16/4/2024).
Borrell mengharapkan tanggapan dari Israel terhadap serangan udara Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi berharap hal itu tidak akan memicu eskalasi lebih lanjut.
Menurutnya, terdapat pecahan mendalam dalam koalisi pemerintahan sayap kanan Israel, antara kelompok garis keras menginginkan pembalasan sengit dan faksi yang lebih moderat dan masuk akal.
Faksi tersebut mengajukan tindakan pembalasan, kata Borrel, tetapi dengan cara yang menghindari tanggapan terhadap serangan tersebut.
Borrel, yang berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, mengatakan Uni Eropa perlu memiliki hubungan terbaik dengan Iran meskipun ada sanksi yang dijatuhkan atas sengketa program nuklir dan masalah lainnya.
"Adalah kepentingan semua orang agar Iran tidak menjadi negara nulir dan Timur Tengah menjadi tenang," katanya.
Baca Juga: Wajib Tahu Deretan Fakta Serangan Iran ke Israel, Salah Satunya Gunakan 300 Lebih Drone dan Rudal
Keputusan sikap Uni Eropa lantas sejalan dengan Inggris, Prancis, dan Jerman yang menyerukan pengendalian diri Israel terhadap serangan Iran.
Bahkan, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mendesak Israel untuk mengisolasi Iran daripada memperburuk situasi.
Seperti diketahui, Iran melancarkan serangan ke Israel atas dugaan pembalasan atas serangan di kompleks kedutaannya di Suriah pada 1 April yang menewaskan tujuh anggota Garda Revolusi Iran termasuk dua komandan senior mereka.
Baca Juga: Eropa Bergabung dengan Amerika Serikat, Desak Israel Menahan Diri Terhadap Serangan Iran
Serangan terjadi setelah berbulan-bulan bentrokan antara Israel dan sekutu regional Iran yang dipicu oleh perang Gaza, menyebar ke front dengan kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Lebanon, Suriah, Yaman dan Irak.
Serangan pada akhir pekan lalu melibatkan lebih dari 300 rudal dan drone, hanya menyebabkan kerusakan ringan di Israel sebab dapat ditembak jatuh oleh sistem pertahanan iron dome Israel juga dengan bantuan AS, Inggris, Prancis dan Yordania.
Baca Juga: Serangan Iran ke Israel: Pertimbangan Politik, Militer, Ekonomi hingga Tanggapan Internasional
Satu-satunya cedera serius yang dilaporkan Israel adalah seorang anak berusia tujuh tahun yang terkena pecahan peluru.
Serangan Iran ke Israel membuat saham-saham Asia melemah dan harga emas naik karena sentimen risiko terpukul, namun harga minyak turun dan syikal Israel naik terhadap Dolar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








