PBB Menuduh Israel Tolak Akses Bantuan ke Gaza Ketika Krisis Kelaparan Semakin Mengahantui

AKURAT.CO Seorang pejabat tinggi PBB menuduh Israel terus menolak akses bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza ketika peringatan akan kelaparan besar di wilayah itu tengah terjadi.
"Hanya dalam dua minggu terakhir, kami telah mencatat 10 insiden yang melibatkan penembakan terhadap konvoi, penangkapan staf PBB termasuk intimidasi, menelanjangi mereka hingga ancaman dengan senjata," kata Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini dikutip Senin (6/5/2024).
"Penundaan terlalu lama di pos pemeriksaan yang memaksa konvoi untuk bergerak dalam kegelapan hingga terjadinya pembatalan," tulisnya di X.
Baca Juga: Mahalini Pilih Jadi Mualaf Sebelum Nikah dengan Rizky Febian
Lazzarini lalu menyerukan Hamas dan kelompok bersenjata lainnya untuk menghentikan serangan apapun terhadap kemanusiaan.
Mereka, katanya, harus menahan diri dari pengalihan bantuan dan memastikan bantuan menjangkau semua yang membutuhkan.
Meskipun deklarasi kelaparan di Gaza belum resmi, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia mengatakan bahwa berdasarkan 'kengerian' di lapangan terdapat kelaparan besar-besaran di utara dan bergerak ke arah selatan.
Baca Juga: Sebutkan dan Jelaskan Manfaat Mempelajari Ilmu Tafsir Al-Qur'an
PBB melaporkan bahwa kelaparan akan segera terjadi bulan ini dan mungkin dapat menyebar ke seluruh Gaza di bulan Juli.
Kelaparan diperkirakan terjadi ketika setidaknya 20 persen penduduk menderita kekurangan pangan yang parah, dengan satu dari tiga anak mengalami kekurangan gizi akut.
Dua dari setiap 10.000 anak meninggal setiap hari karena kelaparan atau kekurangan gizi dan penyakit.
Para pejabat PBB mengatakan umumnya ketika kelaparan diumumkan secara resmi di suatu tempat, sudah terlambat untuk menyelamatkan orang.
PBB juga mengeluhkan kurangnya akses bantuan kemanusiaan selama perang tujuh bulan antara Israel dan Hamas di Gaza.
Baca Juga: Apa Perbedaan Tafsir dan Ta'wil dalam Penafsiran Al-Qur'an?
Sebagai kekuatan kependudukan, Kepala Hak Asasi Manusia PBB mengatakan Israel berkewajiban untuk memastikan penyediaan makanan perawatan medis bagi penduduk.
Israel juga harus memfasilitasi kerja organisasi kemanusiaan yang berusaha memberikan bantuan.
Baca Juga: Pembentukan Presidential Club Ide Bagus, Jembatan Menuju Rekonsiliasi Tokoh Elite
Namun menanggapi hal tersebut, Badan Kementerian Pertahanan Israel yang mengoordinasikan pengiriman bantuan ke wilayah Palestina mengatakan pihaknya terus meningkatkan upaya untuk memberikan bantuan ke Gaza.
"Dalam pembicaraan antara perwakilan Israel dan PBBm termasuk WFP, tidak ada satupun entitas yang mengindikasikan kelaparan di Gaza utara," katanya dalam sebuah postingan di X.
"Melihat situasi yang membaik, organisasi internasional menyatakan pekan lalu bahwa volume barang yang diangkut ke Gaza Utara harus dikurangi karena jumlahnya terlalu tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk," tambah badan tersebut.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Ta'wil dalam Penafsiran Al-Qur'an?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








