Akurat
Pemprov Sumsel

Israel Tegur Dubes Irlandia, Norwegia, dan Spanyol karena Mengakui Negara Palestina Merdeka

Sulthony Hasanuddin | 23 Mei 2024, 15:49 WIB
Israel Tegur Dubes Irlandia, Norwegia, dan Spanyol karena Mengakui Negara Palestina Merdeka

AKURAT.CO Israel akan menegur duta besar Irlandia, Norwegia dan Spanyol pada hari ini Kamis (23/5/2024) atas rencana pemerintah mereka untuk mengakui negara Palestina minggu depan.

Para utusan tersebut telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri di Yerusalem, di mana mereka akan diperlihatkan video yang sebelumnya tidak dipublikasikan tentang Hamas yang menawan perempuan dalam serangannya pada 7 Oktober terhadap Israel yang memicu perang Gaza.

Baca Juga: Baru Menikah? Simak 4 Tips Kelola Keuangan Keluarga

Konflik tersebut telah memicu kekerasan di Tepi Barat yang diduduki dan memperkuat perlawanan Israel untuk menyerahkan wilayah-wilayah yang menjadi tempat Palestina ingin menjadi negara.

Diplomasi yang disponsori AS dalam negosiasi perjanjian dua negara terhenti satu dekade lalu.

Baca Juga: Sejarah Hari Raya Waisak, Menjadi Peringatan 3 Peristiwa Penting Umat Buddha

Irlandia, Norwegia dan Spanyol mengumumkan bahwa akan mengakui negara Palestina pada tanggal 28 Mei, dengan mengatakan mereka ingin membantu mengamankan gencatan senjata di Gaza dan menghidupkan kembali perundingan perdamaian.

"Hari ini Irlandia, Norwegia, dan Spanyol mengumumkan bahwa kami akan mengakui negara Palestina," kata Perdana Menteri Irlandia, Simon Harris dalam konferensi persnya.

"Menjelang pengumuman hari ini, saya telah berbicara dengan sejumlah pemimpin dan mitra kerja lainnya dan saya yakin negara-negara lain akan bergabung dengan kami dalam mengambil langkah penting ini dalam beberapa minggu mendatang," tambahnya.

Baca Juga: Polri Gandeng Kepolisian Thailand Kejar Bandar Narkoba Fredy Pratama

Harris mengatakan solusi dua negara adalah satu-satunya jalan yang kredibel menuju perdamaian dan keamanan bagi Israel, Palestina, dan rakyatnya.

Pengakuan status kenegaraan mempunyai resonasi khusus di Irlandia mengingat sejarahnya, katanya.

Baca Juga: Jelang Lawan Madura Pelatih Kiper Persib Bandung Minta Anak Asuhnya Berani Pikul Tanggung Jawab

"Menempatkan diri kita di panggung dunia dan diakui oleh pihak lain sebagai pihak yang mempunyai hak untuk berada di sana adalah hal yang paling penting bagi para pendiri negara kita," tutur Harris.

Dia menambahkan bahwa Irlandia dengan tegas mengakui sepenuhnya Israel dan haknya untuk hidup aman dan damai dengan tetangganya.

Harris lantas menyerukan agar semua sandera di Gaza segera dikembalikan.

Menanggapi hal tersebut, Norwegia melalui Perdana Menterinya membenarkan pihaknya akan mengakui Palestina.

Baca Juga: Bus Antikorupsi Kembali Melaju, KPK Berharap Masyarakat Tolak Serangan Fajar

"Tidak ada perdamaian di Timur Tengah jika tidak ada pengakuan. Di tengah-tengah perang dengan puluhan ribu orang terbunuh dan terluka (di Gaza), kita harus tetap menghidupkan satu-satunya alternatif yang menawarkan solusi politik bagi kedua negara," ungkap Jonas Gahr Store.

Beberapa negara Barat lainnya mengatakan pengakuan terhadap negara Palestina harus dilakukan setelah negosiasi.

Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan bahwa pihaknya telah memerintahkan penarikan segera duta besarnya untuk Irlandia dan Norwegia.

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Kantz, mengatakan keputusan untuk mengakui negara Palestina melemahkan hak Israel untuk membela diri dan upaya untuk mengembalikan 128 sandera yang ditahan oleh Hamas di Gaza.

"Israel tidak akan diam," kata Kantz.

Baca Juga: Pesan Puan di Hari Waisak: Banyak Kebajikan dari Buddha Gautama Bisa Jadi Inspirasi

"Kami bertekad untuk mencapai tujuan kami: memulihkan keamanan warga kami dan menyingkirkan Hamas serta mengembalikan para sandera."

Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya telah mengunggah sebuah pesan video yang ditujukan kepada Irlandia di platform media sosial X.

Mereka memperingatkan bahwa "mengakui negara Palestina berisiko membuat Anda (Irlandia) menjadi pion di tangan Iran dan Hamas", seraya menambahkan langkah tersebut hanya akan menyulut ekstremisme dan ketidakstabilan.

Israel mengatakan bahwa rencana pengakuan Palestina merupakan hadiah untuk terorisme.

Baca Juga: Play-off NBA: Maverick Rebut Gim Pertama Final Wilayah Barat atas Wolves dengan Selisih 3 Angka

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.