Akurat
Pemprov Sumsel

Singapore Airlines Mengubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Perjalanan Setelah Tragedi Turbulensi yang Menghilangkan Nyawa Penumpang

Sulthony Hasanuddin | 24 Mei 2024, 19:34 WIB
Singapore Airlines Mengubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Perjalanan Setelah Tragedi Turbulensi yang Menghilangkan Nyawa Penumpang

AKURAT.CO Singapore Airlines (SIA) telah mengubah peraturan sabuk pengamannya dan mengubah setidaknya satu rute penerbangan setelah turbulensi ekstrem yang menewaskan satu penumpang dan menyebabkan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit.

Seorang pria Inggris berusia 73 tahun meninggal karena dugaan serangan jantung dan puluhan penumpang terluka pada hari Selasa lalu ketika penerbangan mereka dari London ke Singapura diterpa turbulensi parah, sehingga memaksa pendaratan darurat di Bangkok.

Baca Juga: Delay 4 Jam, Dirut Garuda Indonesia: Akan Terus Perbaiki Keselamatan dan Kenyamanan Jamaah Haji

Menyusul insiden tersebut, maskapai penerbangan Singapura telah mengadopsi pendekatan yang lebih hati-hati dalam mengelola turbulensi dalam penerbangan.

Berdasarkan kebijakan yang direvisi, layanan makanan tidak lagi disediakan ketika tanda sabuk pengaman menyala, kata maskapai tersebut.

Awak kabin juga akan terus mengamankan semua barang dan perlengkapan yang hilang selama kondisi cuaca buruk.

Tidak hanya itu, mereka juga terus mengimbau penumpang untuk kembali ke tempat duduknya dan mengamankan sabuk pengamannya.

Baca Juga: Besok, KPU DKI Jakarta Luncurkan Tahapan Pilkada 2024

“Pilot dan awak kabin sadar akan bahaya yang terkait dengan turbulensi. Mereka juga dilatih untuk membantu pelanggan dan memastikan keselamatan kabin selama penerbangan,” kata juru bicara SIA dalam sebuah pernyataan, dikutip Jumat (24/5/2024).

“SIA akan terus meninjau proses kami karena keselamatan penumpang dan awak kami adalah hal yang paling penting," ujarnya.

SIA lantas menghindari terbang di atas wilayah Myanmar di mana turbulensi terjadi ketika melakukan perjalanan antara London dan Singapura.

Baca Juga: Pelajaran untuk Indonesia, Swedia Bagikan Cara Mengurangi Prevalensi Perokok

Sebaliknya, menurut data rute di situs pelacakan penerbangan Flightradar24, pihak maskapai memutuskan untuk terbang di atas Teluk Benggala.

Baca Juga: Starlink Resmi Hadir, Kenali Ancaman Siber di Balik Infrastruktur Internet Satelit

Dalam insiden hari Selasa, penumpang terbanting ke langit-langit pesawat dan barang-barang pribadi serta makanan terlempar ke sekitar kabin.

Empat puluh enam penumpang dan dua awak, termasuk warga negara Inggris, Australia, Malaysia dan Filipina, dirawat di rumah sakit di Bangkok hingga Kamis malam.

Adinun Kittiratanapaibool, direktur Rumah Sakit Samitivej Srinakarin Bangkok, mengatakan kepada wartawan bahwa lebih dari 20 orang di antaranya berada dalam perawatan intensif karena cedera tulang belakang, otak, dan tengkorak.

Baca Juga: Maju Pilgub Jakarta, Anies Sama Saja Hanya Ingin Mengejar Kekuasaan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.