Untuk Meningkatkan Pasokan Air, Singapura Mempertimbangkan Pembangunan Pabrik Desalinasi ke-6

AKURAT.CO Singapura tengah mengkaji kemungkinan pembangunan pabrik desalinasi keenam yang direncanakan berada di bawah tanah guna memperkuat ketahanan pasokan air nasional.
Seperti dilaporkan The Straits Times, Badan Air Nasional Singapura (PUB) pada 26 Desember mengumumkan telah membuka tender untuk studi kelayakan proyek tersebut. Kajian ini diperkirakan memakan waktu sekitar 10 bulan.
Studi tersebut akan menilai kelayakan pembangunan fasilitas yang mampu mengolah air laut dan air tawar, serupa dengan Pabrik Desalinasi Keppel Marina East yang mulai beroperasi pada Februari 2021. Fasilitas tersebut memiliki instalasi pengolahan air di bawah tanah serta atap hijau yang dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi masyarakat.
Menurut PUB, kemampuan untuk beralih antara pengolahan air laut dan air tawar akan meningkatkan ketahanan sistem pasokan air Singapura terhadap perubahan cuaca.
Dokumen tender juga mengungkapkan bahwa PUB sedang mempelajari opsi pembangunan pabrik desalinasi yang sepenuhnya berada di bawah permukaan tanah. Opsi ini dinilai dapat menyediakan lebih banyak ruang di permukaan untuk fasilitas publik, area rekreasi, atau infrastruktur lain yang dapat dibangun di lokasi yang sama.
Sejak desalinasi pertama kali diperkenalkan pada 2005, Singapura telah membangun lima pabrik desalinasi yang tersebar di wilayah pesisir, antara lain di Tuas, Pulau Jurong, dan Marina East.
Saat ini, pabrik-pabrik desalinasi tersebut mampu memenuhi hingga 43 persen kebutuhan air nasional, dengan total kapasitas mencapai 190 juta galon air. Kebutuhan air di Singapura diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan sektor industri.
Pada 2065, kebutuhan air non-rumah tangga diproyeksikan menyumbang lebih dari 60 persen dari total permintaan air, meningkat dari sekitar 55 persen saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








