Apa Itu Koridor Philadelphia? Tanah Tak Bertuan yang Ingin Dikuasai Israel

AKURAT.CO Koridor Philadelphia menjadi salah satu jalur penting di Gaza yang sangat diincar oleh Israel dalam konflik dengan Hamas sejak akhir 2023.
Koridor ini menjadi area yang paling diawasi ketika Israel merencanakan serangan ke wilayah Rafah.
Menurut Al Jazeera, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Koridor Philadelphia harus berada di bawah kendali mereka dan akan ditutup untuk memastikan keamanan yang diinginkan Tel Aviv.
“Koridor Philadelphia, atau lebih tepatnya, titik penghentian di selatan (Gaza), harus berada di tangan kita. Koridor itu harus ditutup. Jelas bahwa pengaturan lain apapun tidak akan menjamin demiliterisasi yang kita inginkan,” kata Netanyahu.
Lantas, apa itu Koridor Philadelphia yang ingin dikuasai Israel?
Mesir dan Israel secara teknis telah berdamai sejak akhir 1970-an dan menjalin hubungan diplomatik, ekonomi, dan keamanan yang kuat.
Koridor Philadelphia adalah salah satu hasil dari kerja sama keamanan tersebut. Koridor ini dibangun pada tahun 1979 sebagai zona penyangga demiliterisasi antara kedua negara.
Menurut peneliti dari Universitas Strasbourg dan Institut Konvergensi Migrasi Prancis, Lorenzo Navone menjelaskan Koridor Philadelphia adalah 'tanah tak bertuan' yang membentang di sepanjang wilayah selatan Gaza di perbatasan dengan Mesir, dari Laut Mediterania hingga perbatasan Kerem Shalom.
Selain itu, koridor ini dibangun pada 1979 ketika Israel mulai menarik diri dari utara Sinai yang mereka duduki saat itu, dan bersama dengan Mesir, mereka memutuskan untuk mempertahankan wilayah perbatasan ini di antara keduanya.
Baca Juga: Daftar Negara Barat yang Kecam Keras Pembantaian Israel ke Rafah, Siapa Saja?
Ketentuan-ketentuan dalam perjanjian damai antara kedua negara ini ditandatangani setelah Perjanjian Camp David di Washington.
Perjanjian tersebut menetapkan bahwa koridor ini akan dikendalikan dan dipatroli oleh pasukan Israel.
Namun, selama bertahun-tahun, koridor selebar 100 meter tersebut telah mengalami banyak perubahan.
Setelah Perjanjian Oslo pada 1995, Israel diizinkan untuk mempertahankan koridor tersebut.
Namun, setelah Israel mundur dari Gaza pada 2005, mereka menandatangani Kesepakatan Philadelphia dengan Mesir, yang memberi wewenang kepada Kairo untuk menempatkan 750 petugas penjaga perbatasan di sepanjang koridor untuk berpatroli di sisi perbatasan Mesir.
Namun, ketika Hamas memenangkan pemilu dan menguasai Gaza pada 2007, Israel memblokade Gaza. Israel dan Mesir juga sepakat untuk menutup perbatasan Rafah.
Salah satu tujuan Koridor Philadelphia adalah untuk mencegah pergerakan orang dan barang ilegal seperti senjata dan amunisi antara Mesir dan Gaza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









