Warga Asing Boleh Beli, Pemerintah Swedia Jual Tanah Seharga Rp1.500 per Meter Persegi, Tertarik?

AKURAT.CO Pemerintah Swedia menjual tanahnya seharga satu krona atau sekitar Rp1.548 per meter persegi sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan jumlah penduduk guna mengatasi penuaan populasi dan menanggulangi penurunan angka kelahiran.
Penjualan tanah ini terbuka bagi siapa pun, termasuk warga negara asing.
Hal ini bertujuan untuk menarik penduduk baru ke wilayah pedesaan di tengah krisis perumahan nasional dan kenaikan suku bunga.
"Pemerintah lokal di Gotene menjual 30 bidang tanah yang telah dipasarkan selama bertahun-tahun," kata Wali Kota Goten, Johan Mansson, dikutip dari Business Insider, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga: DPR: Swedia Bisa Jadi Pintu Masuk Utama Perikanan RI ke Eropa
Di sisi lain, syarat untuk membeli tanah seharga Rp1.500 per meter persegi di Swedia masih belum diketahui kepastiannya.
Namun, kemungkinan hanya orang-orang yang memenuhi syarat yang diizinkan untuk tinggal di atas tanah tersebut.
Adapun komitmen khusus yang harus dipenuhi oleh pembeli adalah mulai membangun di atas lahan mereka dalam waktu dua tahun.
Jika tidak, tanah tersebut akan dikembalikan kepada Pemerintah Kota Goten.
"Membangun rumah memerlukan investasi besar dan harga tanah bukanlah satu-satunya pertimbangan. Namun, ini merupakan langkah penting dalam proses tersebut," kata Mansson.
Mansson juga mencatat bahwa suku bunga di Swedia sedang menurun, meskipun keluarga masih mempertimbangkan kondisi pasar properti dengan hati-hati.
"Jika kampanye ini mendorong sebuah keluarga untuk membangun rumah di sini meskipun dalam situasi ekonomi saat ini, itu akan menjadi pencapaian yang luar biasa," tambah Mansson.
"Izin-izin untuk sebagian lahan ini telah diberikan selama bertahun-tahun, bahkan beberapa di antaranya telah terlupakan," lanjutnya.
Sebagai informasi, Gotene menawarkan kehidupan pedesaan Swedia yang damai, dengan sekitar 5.000 penduduk tetap dan 13.000 orang tinggal di kotamadya sekitarnya.
Baca Juga: Pelajaran untuk Indonesia, Swedia Bagikan Cara Mengurangi Prevalensi Perokok
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








