Akurat
Pemprov Sumsel

Pemimpin Hamas: Serangan Terbaru Israel di Gaza Dapat Membahayakan Perundingan Gencatan Senjata

Sulthony Hasanuddin | 9 Juli 2024, 12:59 WIB
Pemimpin Hamas: Serangan Terbaru Israel di Gaza Dapat Membahayakan Perundingan Gencatan Senjata

 

AKURAT.CO Serangan baru Israel terhadap Gaza pada hari Senin kemarin mengancam perundingan gencatan senjata di saat yang krusial.

Warga Gaza mengatakan serangan udara dan tembakan artileri itu termasuk yang terberat dalam sembilan bulan konflik antara pasukan Israel dan militan Hamas di daerah kantong itu.

Mereka menambahkan tank-tank maju dari setidaknya tiga arah dan mencapai jantung Kota Gaza, didukung oleh tembakan gencar Israel dari udara dan darat.

Baca Juga: Netanyahu: Kesepakatan Gaza Harus Memungkinkan Israel Lanjutkan Pertempuran hingga Tercapainya Tujuan Perang

Serangan Israel terjadi saat pejabat senior AS berada di wilayah tersebut untuk mendesak gencatan senjata setelah Hamas membuat konsesi besar minggu lalu.

Harapan di antara penduduk Gaza akan adanya jeda dalam pertempuran telah bangkit kembali setelah Hamas minggu lalu menerima bagian penting dari proposal gencatan senjata AS, yang mendorong seorang pejabat di tim negosiasi Israel untuk mengatakan ada peluang nyata untuk mencapai kesepakatan.

Kelompok militan itu lalu mengatakan serangan terbaru tampaknya dimaksudkan untuk menggagalkan perundingan dan meminta mediator untuk mengendalikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

"Serangan itu bisa membawa proses negosiasi kembali ke titik awal. Netanyahu dan tentaranya akan memikul tanggung jawab penuh atas kegagalan jalur ini," kata Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dikutip Selasa (9/7/2024).

Kota Gaza, di utara daerah kantong Palestina, merupakan salah satu target pertama Israel pada awal perang di bulan Oktober.

Baca Juga: Menteri Israel: Menghentikan Perang Gaza Sekarang Adalah Sebuah Kebodohan

Namun bentrokan dengan militan di sana terus berlanjut dan warga sipil mencari perlindungan di tempat lain, sehingga menambah gelombang pengungsian dengan sebagian besar kota tersebut telah hancur.

Warga mengatakan kawasan Kota Gaza dibom sepanjang malam hingga dini hari Senin menyebabkan beberapa gedung bertingkat hancur.

Baca Juga: VIRAL Video Seorang Ibu Marah Beli Susu Kotak 1 Liter Tidak Dingin di Minimarket, Minta Ganti Rugi ke Kasir!

Layanan Darurat Sipil Gaza meyakini puluhan orang tewas tetapi tim darurat tidak dapat menjangkau mereka karena serangan yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Ngeri! Serangan Rudal Rusia Menewaskan Sedikitnya 41 Orang dan Menghantam Rumah Sakit Anak di Ukraina

Hal itu memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman, yang bagi banyak orang mustahil ditemukan, dan beberapa orang tidur di pinggir jalan.

Militer Israel mengatakan para pejuang Hamas dan kelompok sekutunya, Jihad Islam, bersembunyi di balik infrastruktur sipil guna menyerang pasukan mereka dan mengklaim telah melumpuhkan lebih dari 30 pejuang.

Kemudian pada hari Senin, Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk wilayah Kota Gaza yaitu Sabra, Rimal, Tel Al-Hawa dan Daraj, dengan meminta warga untuk menuju Deir al-Balah di Gaza bagian tengah dan bahwa rute evakuasi akan dibuka bagi warga sipil.

Perang Gaza dipicu serangan 7 Oktober ketika para pejuang yang dipimpin oleh Hamas menyerang Israel selatan, menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang.

Sejak saat itu, sedikitnya 38.193 warga Palestina tewas dalam serangan militer dan 87.903 lainnya luka-luka.

Baca Juga: Pasangan K-Pop HyunA dan Yong Jun-Hyung Umumkan Pernikahan Pada Oktober Tahun Ini

Diketahui, sebanyak 40 warga Palestina tewas dalam 24 jam terakhir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.