Kisah Kamp Smile of Hope, Dukungan Bagi Penyandang Disabilitas di Tengah Konflik Gaza

AKURAT.CO Kamp baru untuk warga Palestina penyandang disabilitas yang mengungsi kini memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan bagi sekitar 100 orang yang rentan di kota Deir al-Balah, wilayah tengah Jalur Gaza yang hancur akibat perang.
Kamp "Smile of Hope" ini dikelola oleh Bulan Sabit Merah Palestina dan menjadi yang pertama di Gaza yang berusaha memberikan perawatan dan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas.
Namun, seperti pusat-pusat pengungsian lainnya di seluruh wilayah ini, kamp ini juga terhambat oleh kurangnya dana dan pasokan yang memadai.
Baca Juga: Setelah Dua Emas Olimpiade Paris, KOI Minta Atlet Langsung Siapkan Kualifikasi Los Angeles 2028
Jumlah orang yang membutuhkan bantuan khusus akibat kehilangan anggota tubuh, penglihatan, pendengaran, atau kemampuan lainnya akibat dampak perang terus meningkat.
"Kami hanya mampu menyediakan sebagian kecil dari kebutuhan mereka, namun jumlah penyandang disabilitas yang terus bertambah masih memerlukan layanan dan bantuan lebih banyak lagi," ujar Noha Al Sherif, pengawas kamp tersebut.
Di kamp ini, tidak hanya penyandang disabilitas yang menjadi fokus utama, tetapi juga keluarga mereka.
Ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan sosial dan keluarga yang mendukung.
Di dekatnya, beberapa orang terlihat duduk diam di kursi roda, sementara seorang pria bertumpu pada kruknya, dan seorang ayah tuli berkomunikasi dengan anaknya menggunakan bahasa isyarat.
"Bahkan dalam kondisi normal, penyandang disabilitas menghadapi banyak rintangan dan tantangan besar, apalagi dalam situasi yang sangat sulit seperti sekarang yang dialami seluruh masyarakat Palestina," ujar Mohamed Abu Kamil, salah satu penghuni kamp yang menggunakan kursi roda.
Baca Juga: Pesta Gol, Persib Bandung Sukses Tumbangkan PSBS Biak 4-1 di Laga Pembuka Liga 1
"Kesulitannya sangat besar, mulai dari kurangnya pemenuhan kebutuhan, ketidakmampuan untuk bergerak, hingga sulitnya mengakses fasilitas kesehatan dan perawatan medis."
Israel mengklaim telah melakukan upaya besar untuk menghindari korban sipil.
Sementara itu, penghuni kamp lainnya, Hussam Sadodeh, mengungkapkan rasa syukurnya atas fasilitas kamar mandi yang tersedia di kamp "Smile of Hope".
"Tentu saja, bagi kami yang lahir dengan disabilitas, hal terburuk yang kami alami sebelum datang ke kamp ini adalah kurangnya kamar mandi yang layak bagi penyandang disabilitas," katanya.
Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi akibat konflik yang berlangsung selama 10 bulan terakhir.
Mereka terus-menerus berpindah tempat di dalam wilayah Gaza untuk menghindari pertempuran dan serangan bom yang hebat, tanpa ada tanda-tanda konflik ini akan berakhir.
Baca Juga: PKB Tak Anggap Kotak Kosong di Pilkada sebagai Pelanggaran Konstitusi
Serangan Israel telah menewaskan hampir 40.000 warga Palestina dan melukai hampir 92.000 lainnya, menurut otoritas kesehatan Gaza.
Kelompok militan Palestina, Hamas, yang menguasai Gaza, memicu perang ini ketika mereka menyerbu wilayah selatan Israel pada 7 Oktober tahun lalu, menewaskan 1.200 orang dan membawa lebih dari 250 sandera, menurut data Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








