Akurat
Pemprov Sumsel

Diplomat Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata 3 Hari untuk Vaksinasi Polio di Gaza

Petrus C. Vianney | 28 Agustus 2024, 22:55 WIB
Diplomat Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata 3 Hari untuk Vaksinasi Polio di Gaza

AKURAT.CO Gaza, yang tengah dilanda konflik, menghadapi ancaman serius dengan munculnya kembali penyakit polio, setelah lebih dari dua dekade dinyatakan bebas dari penyakit tersebut.

Diplomat tertinggi Uni Eropa, Josep Borrell, menyerukan gencatan senjata kemanusiaan selama tiga hari di Jalur Gaza. Seruan ini bertujuan untuk memungkinkan penduduk setempat mendapatkan vaksinasi polio, menyusul penyebaran cepat virus polio tipe 2 (cVDPV2) di wilayah tersebut.

Pada bulan Juli, virus ini pertama kali terdeteksi dalam sampel limbah di Gaza. Pada 16 Agustus, kasus polio pertama dalam 25 tahun terkonfirmasi pada seorang bayi berusia 10 bulan yang belum divaksinasi dan kini mengalami kelumpuhan.

Baca Juga: Kapan Jadwal PIN Polio 2024? Ternyata Ini Kriteria Penerima dan Efek Sampingnya untuk Anak

"Saya mendesak gencatan senjata kemanusiaan 3 hari segera untuk memungkinkan vaksinasi oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan UNICEF (dana anak-anak PBB) - terlepas dari negosiasi yang lebih luas," tulis Borrell di platform X, dikutip Rabu (27/8/2024).

Krisis ini diperparah oleh dampak konflik yang berkepanjangan, yang mengakibatkan gangguan program vaksinasi serta kerusakan pada sistem air dan sanitasi di Gaza.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meminta semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghentikan permusuhan guna memfasilitasi pelaksanaan kampanye vaksinasi. Lebih dari 1,2 juta dosis vaksin telah dibawa ke Gaza, dengan target memvaksinasi lebih dari 640.000 anak.

Namun, UNRWA, badan PBB yang menangani pengungsi Palestina, memperingatkan bahwa perintah pemindahan oleh otoritas Israel telah menghambat upaya kemanusiaan, membuat situasi semakin genting.

Human Rights Watch juga mengingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur kesehatan dan air bisa memicu wabah polio yang lebih luas dan berpotensi bencana.

Dikutip dari Euronews.com, pada Kamis mendatang, Borrell akan mengumpulkan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels untuk membahas tanggapan blok tersebut terhadap krisis di Gaza.

Meskipun Uni Eropa telah lama menyerukan jeda kemanusiaan di Gaza, upaya diplomatiknya sering kali terganjal oleh perbedaan pandangan di antara negara-negara anggotanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.