Putin Usulkan Pembatasan Ekspor Uranium, Titanium dan Nikel sebagai Tanggapan Sanksi Barat

AKURAT.CO Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan bahwa Rusia perlu mempertimbangkan pembatasan ekspor uranium, titanium dan nikel sebagai langkah balasan terhadap sanksi Barat.
Hal ini ia sampaikan dalam rapat bersama para menteri, yang langsung memicu kenaikan harga nikel dan peningkatan saham perusahaan pertambangan uranium.
"Silakan lihat beberapa jenis barang yang kami suplai ke pasar dunia ... Mungkin kita harus memikirkan tentang pembatasan tertentu - uranium, titanium, nikel," kata Putin, dikutip dari Reuters.com, Minggu (15/8/2024).
Putin menyebutkan bahwa pembatasan tersebut dapat diberlakukan pada beberapa komoditas lain, dengan menekankan bahwa Rusia merupakan produsen utama gas alam, berlian dan emas.
Meski begitu, ia menegaskan langkah ini tidak harus segera dilakukan dan harus dipastikan tidak merugikan Rusia sendiri.
Rusia dikenal sebagai salah satu negara dengan cadangan strategis bahan baku terbesar dunia, termasuk gas alam, emas dan berlian.
Oleh karena itu, menurut Putin, pembatasan ekspor pada bahan-bahan seperti uranium, titanium dan nikel patut dipertimbangkan untuk menjaga kepentingan nasional.
Analis memperingatkan bahwa pengurangan ekspor logam Rusia dapat menyebabkan gangguan besar di pasar global.
Terlebih, Rusia adalah produsen nikel olahan terbesar di dunia, dengan Nornickel sebagai pemain utama yang memasok kebutuhan nikel ke Cina dan Eropa.
Selain itu, saham perusahaan penambang uranium Kanada melonjak setelah pernyataan Putin, menunjukkan dampak besar yang dapat ditimbulkan oleh potensi pembatasan ekspor ini.
Putin juga menyinggung bahwa beberapa negara Barat, seperti Amerika Serikat (AS), sudah mulai mengurangi impor uranium dari Rusia.
Namun, masih ada beberapa negara besar seperti Cina dan Jerman yang tetap mengimpor bahan tersebut.
Rusia juga merupakan produsen titanium utama yang banyak digunakan dalam industri kedirgantaraan dan otomotif, meskipun negara ini memiliki cadangan mineral titanium yang terbatas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







