Akurat
Pemprov Sumsel

Mengenal Pasukan Hizbullah di Lebanon, Salah Satu Musuh Bebuyutan Israel Selain Hamas

Iim Halimatus Sadiyah | 18 September 2024, 15:48 WIB
Mengenal Pasukan Hizbullah di Lebanon, Salah Satu Musuh Bebuyutan Israel Selain Hamas

AKURAT.CO Saat Israel berjuang melawan Hamas sejak tahun lalu, munculan pasukan bersenjata Hizbullah dari Lebanon yang menjadi perhatian karena mereka juga menyerang Israel.

Kini pasukan Hizbullah kembali menjadi sorotan, usai adanya insiden ledakan alat komunikasi pager di Lebanon yang memakan banyak korban.

Pager merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh pasukan Hizbullah untuk berkomunikasi dan berharap bisa aman dari peretasan Israel.

Namun kini, Hizbullah menyebut bahwa Israel menjadi tersangka utama yang menyebabkan insiden ledakan alat komunikasi secara serentak di Lebanon.

Baca Juga: Kronologi Ledakan Alat Komunikasi Pager di Lebanon, Ribuan Orang Termasuk Pasukan Hizbullah Terluka

Mengutip berbagai sumber, Rabu (18/9/2024), berikut ini penjelasan tentang pasukan Hizbullah yang menjadi musuh bebuyutan Israel di Lebanon selatan.

Mengenal Pasukan Hizbullah di Lebanon

Kekuatan bersenjata paling kuat di Lebanon dipimpin oleh Hizbullah, sebuah kelompok Muslim Syiah yang berpengaruh secara politik.

Iran memiliki kekuatan aliran Syiah yang paling dominan di wilayah itu pada awal 1980-an, dengan mendirikan organisasi ini untuk menentang Israel, saat menduduki Lebanon selatan selama perang saudara.

Sejak 1992, Hizbullah telah menjadi partai politik yang signifikan dan telah berpartisipasi dalam pemilu nasional.

Baca Juga: Kronologi Ledakan Alat Komunikasi Pager di Lebanon, Ribuan Orang Termasuk Pasukan Hizbullah Terluka

Hizbullah adalah nama pasukan yang berarti dari Partai Tuhan. Kelompok ini didirikan pada tahun 1982 oleh pasukan Iran di Lebanon selatan.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengklaim memiliki 100.000 tentara Hizbullah pada tahun 2021.

Mereka juga mengaku sering mengirim roket mereka dengan presisi dan bisa menyerang seluruh wilayah Israel.

Banyak orang Syiah mendukung Hizbullah, yang menjadikannya salah satu partai politik yang paling berkuasa di Lebanon.

Karena jaringan mereka di luar negara yang terbagi oleh sektarian, kelompok ini sering disebut sebagai "negara di dalam negara".

Kekuatan pasukan bersenjatanya pernah melakukan serangan mematikan terhadap pasukan Israel dan AS di Lebanon.

Saat itu, Hizbullah mengklaim bahwa mereka telah mengusir mereka, sehingga pasukan Israel meninggalkan Lebanon pada tahun 2000.

Sejak itu, Hizbullah telah menempatkan ribuan pejuang serta sejumlah besar persenjataan rudal di Lebanon selatan.

Hizbullah terus menentang masuknya Israel ke wilayah perbatasan yang telah disengketakan antara kedua belah pihak.

Akibatnya, sejumlah negara Barat, Israel, negara Teluk Arab, dan Liga Arab menganggap kelompok ini sebagai organisasi teroris.

Baca Juga: VIRAL Alat Komunikasi Pager Anggota Hizbullah Diretas hingga Meledak, Ribuan Orang Jadi Korban di Lebanon!

Hizbullah melakukan serangan lintas perbatasan yang mematikan, yang memicu perang besar antara Israel dan Hizbullah pada tahun 2006.

Pasukan Israel juga pernah menyerbu Lebanon selatan untuk menghilangkan ancaman Hizbullah.

Namun, Hizbullah bertahan, dan sejak itu mereka terus menambah pejuangnya dan mendapatkan senjata yang lebih baik.

Meskipun berbeda pasukan dengan Hamas dari Palestina, namun saat Israel membombardir daerah kantung Hamas, Hizbullah menyatakan dukungannya.

Amerika Serikat dan sekutunya telah menganggap Hizbullah dan Hamas sebagai organisasi teroris.

Hingga saat ini, Hizbullah dan Hamas memiliki tujuan yang sama yaitu memberantas Israel, meskipun cara kerja mereka berbeda.

Dengan kata lain, Hamas menentang Israel karena keinginan mereka untuk mendirikan negara Palestina, sementara Hizbullah mempertahankan gagasan Iran yang lebih luas.

Itulah penjelasan lengkap tentang pasukan Hizbullah yang menjadi salah satu musuh besar Israel, selain Hamas dari Palestina.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.