Profil Yahya Sinwar, Pemimpin Hamas yang Tewas dalam Baku Tembak dengan Israel di Gaza Selatan

AKURAT.CO Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, tewas dalam baku tembak dengan militer Israel di Gaza Selatan.
Dia ditemukan oleh pasukan infanteri Israel yang sedang melakukan pencarian di wilayah Tal El Sultan, Gaza Selatan pada Rabu (16/10/2024).
Militer Israel mengonfirmasi kematiannya setelah melakukan pengujian DNA melalui gigi jenazah dan sidik jari.
Yahya Sinwar (61) diketahui menghabiskan sebagian besar waktunya di terowongan Jalur Gaza sebelum tewas dalam pertemuan tak terduga dengan patroli Israel di Gaza Selatan.
Kematian Sinwar berbeda dengan para pemimpin Hamas lainnya, seperti komandan militer Mohammed Deif, yang tewas dalam serangan udara Israel pada 13 Juli 2024.
Baca Juga: TikTok dan SEJIWA Foundation Ajak Orang Tua Dampingi Remaja di Dunia Digital
Operasi yang menyebabkan tewasnya Yahya Sinwar tidak direncanakan sebelumnya.
Sehubungan dengan itu, berikut profil Yahya Sinwar yang tewas usai baku tembak dengan Israel.
Profil Yahya Sinwar
Sinwar yang dikenal dengan nama panggilan Abu Ibrahim, tewas dalam serangan Israel.
Yahya Sinwar lahir pada tahun 1962 di Khan Younis, Gaza, dari keluarga pengungsi yang diusir dari Palestina saat pembentukan Israel pada 1948.
Yahya Sinwar menempuh pendidikan di sekolah menengah khusus laki-laki di Khan Younis.
Lalu, Yahya Sinwar melanjutkan studinya di Universitas Islam Gaza dan meraih gelar sarjana Bahasa Arab.
Baca Juga: Xiaomi Umumkan Redmi A4 5G dengan Snapdragon 4s Gen 2 di India
Sinwar bergabung dengan Hamas, organisasi yang berakar dari Ikhwanul Muslimin, pada tahun 1987 ketika Gaza masih di bawah pendudukan Israel.
Dalam Hamas, ia memimpin badan keamanan yang dikenal sebagai Majd, tetapi sempat ditangkap oleh Israel pada 1982 dan 1988.
Setelah dibebaskan dari penjara Israel pada 2011, Sinwar terpilih sebagai Kepala Biro Politik Hamas di Gaza.
Bersama Ismail Haniyeh, ia memperkuat hubungan Hamas dengan Iran dan Hizbullah.
Sebagai pemimpin, Sinwar berfokus pada penguatan militer Hamas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










