AKURAT.CO Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengeluarkan peringatan keras bahwa blokade ketat Israel terhadap Jalur Gaza telah membawa dampak kehancuran yang tak terpulihkan bagi jutaan warga Palestina.
Dalam pernyataan resminya, Minggu (11/5/2025), UNRWA menyoroti bahwa Gaza telah lebih dari sembilan pekan terkunci total, dengan Israel mencegah masuknya seluruh bentuk bantuan kemanusiaan, pasokan medis, hingga barang kebutuhan dasar.
"Semakin lama pengepungan ini berlangsung, semakin dalam luka yang ditorehkan terhadap kehidupan jutaan orang," tegas UNRWA.
Badan kemanusiaan ini mengungkapkan bahwa ribuan truk bantuan saat ini tertahan di perbatasan, siap masuk, namun terhalang total oleh larangan Israel.
Tim lapangan UNRWA pun sudah siaga untuk mendistribusikan bantuan jika akses dibuka.
UNRWA menyebut, kondisi kelaparan yang melanda Gaza sebagai bencana buatan manusia yang sepenuhnya bermotif politik.
Mereka menilai blokade ini sebagai bentuk kekejaman yang terang-terangan.
Baca Juga: Kekerasan Perempuan dan Anak Masih Tinggi, Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Perkuat Sinergi
Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya melaporkan, setidaknya 57 anak meninggal dunia akibat malnutrisi akut dan kelangkaan susu terapeutik vital, terutama untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Krisis ini kian memburuk setelah runtuhnya kesepakatan gencatan senjata pada Januari lalu. Sejak 2 Maret, Israel memperketat blokade, menghentikan total distribusi makanan, obat-obatan, dan bantuan ke 2,4 juta penduduk Gaza.
PBB juga mengkritik keras Israel karena diduga menggunakan bantuan sebagai alat tekanan, memaksa warga Palestina mengungsi dari Gaza utara ke wilayah selatan.
Pada 5 Mei, Israel mengizinkan bantuan terbatas masuk ke Rafah, namun tetap di bawah pengawalan ketat militer dalam operasi yang lebih luas untuk memindahkan warga sipil.
Sejak agresi Israel ke Gaza dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 52.800 warga Palestina dilaporkan tewas, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak.
Sebagai respons atas kekejaman ini, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Selain itu, Israel juga harus menghadapi gugatan genosida yang diajukan ke Mahkamah Internasional (ICJ), menandai babak baru tekanan global terhadap tindakan brutal yang dilakukan di Gaza.
Baca Juga: Donald Trump Dikabarkan Akan Akui Negara Palestina Tanpa Hamas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










