World Day Against Child Labour 2025: Kemajuan Sudah Terlihat, Tapi Perjuangan Belum Usai

AKURAT.CO Setiap tanggal 12 Juni, dunia memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak (World Day Against Child Labour) sebagai momen penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu pekerja anak yang masih marak di berbagai negara.
Peringatan ini pertama kali dideklarasikan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada tahun 2002.
Deklarasi tersebut didasarkan pada Konvensi ILO No. 182 yang diadopsi pada tahun 1999, yang menekankan pentingnya pelarangan dan tindakan segera untuk menghapus bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak-anak.
Konvensi ini menjadi instrumen hukum internasional yang krusial dalam melindungi anak dari pekerjaan yang berbahaya dan tidak pantas.
Ia juga menegaskan hak setiap anak untuk bermain, mendapatkan pendidikan, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat serta aman.
Setiap tahun, peringatan ini menjadi ajakan bersama bagi pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja, masyarakat sipil, serta jutaan orang di seluruh dunia untuk menyuarakan penderitaan pekerja anak dan mendorong langkah nyata menuju penghapusan praktik tersebut.
Baca Juga: Ini 5 Surga Alam di Bogor yang Wajib Kamu Jelajahi, Nomor 3 Paling Ramai Wisatawan
Tema Hari Dunia Menentang Pekerja Anak 2025 adalah: “Progress is clear, but there’s more to do: Let’s speed up efforts!”
Tema ini menyoroti pencapaian yang telah diraih dalam mengurangi pekerja anak, namun juga menekankan bahwa tantangan besar masih ada dan membutuhkan percepatan upaya kolektif.
Fokus utama peringatan tahun ini adalah peluncuran data estimasi dan tren global terbaru pekerja anak 2025 yang disusun oleh ILO dan UNICEF.
Data ini akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan dan memperkuat komitmen global untuk mengakhiri pekerja anak di seluruh dunia. (Aqila Shafiqa Aryaputri/magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





