Akurat
Pemprov Sumsel

Perang Iran-Israel: Rudal Iran tak Terdeteksi oleh Pertahanan Israel, Hantam Pemukiman Zionis di Beersheba

Fajar Rizky Ramadhan | 22 Juni 2025, 05:50 WIB
Perang Iran-Israel: Rudal Iran tak Terdeteksi oleh Pertahanan Israel, Hantam Pemukiman Zionis di Beersheba

AKURAT.CO Konflik bersenjata antara Iran dan Israel memasuki fase paling genting. Jumat dini hari (20/6/2025), satu rudal balistik Iran berhasil menghantam jantung kota Beersheba, Israel selatan.

Serangan ini mengejutkan karena tidak terdeteksi sistem pertahanan udara Israel, dan menyebabkan kebakaran besar serta korban luka-luka.

Radio Angkatan Darat Israel mengonfirmasi bahwa hanya satu rudal yang ditembakkan. Namun, daya hancurnya sangat besar.

“Rudal tersebut membawa hulu ledak dengan bobot lebih dari 300 kilogram dan mendarat langsung di Beersheba,” ujar seorang sumber militer yang dikutip oleh Channel 12.

Serangan tersebut menyebabkan tujuh orang terluka dan 30 lainnya mengalami syok. Beberapa warga terjebak di gedung yang terdampak, namun berhasil dievakuasi oleh tim darurat.

Iran Serang Pusat Teknologi dan Militer Israel

Media resmi Iran menyebut rudal diarahkan ke Taman Teknologi Gav Yam Negev, sebuah kompleks teknologi tinggi yang diyakini sebagai pusat operasi militer dan siber Israel. “Targetnya adalah infrastruktur militer dan dunia maya Israel,” tulis kantor berita resmi Iran.

Baca Juga: Perang Iran-Israel Terbaru: Sirine Bunyi di Seantero Israel

Menurut Yedioth Ahronoth, rudal menghantam area parkir gedung, menciptakan kawah besar dan membakar banyak kendaraan. Ledakan juga menyebabkan stasiun kereta terdekat ditutup dan sejumlah unit hunian mengalami kerusakan parah. Media itu menambahkan bahwa kebakaran terjadi di sekitar fasilitas Microsoft yang berada di area tersebut.

Kegagalan Sistem Pertahanan Israel

Pernyataan resmi militer Israel menyebut sistem pertahanan udara mereka gagal mendeteksi dan mencegat rudal tersebut. “Sistem pertahanan udara kami gagal mencegat rudal tersebut,” kata seorang pejabat militer yang dikutip oleh Haaretz.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan ledakan besar, api menyala, serta asap tebal membumbung dari lokasi serangan. Polisi Beersheba memastikan evakuasi warga berlangsung cepat, tanpa ada korban jiwa tambahan dari proses penyelamatan.

Eskalasi Konflik dan Balasan Iran

Serangan ini datang sebagai respons atas serangan udara besar-besaran Israel ke wilayah Iran sejak 13 Juni 2025. Serangan Israel tersebut menargetkan fasilitas nuklir, lokasi peluncuran rudal, markas militer, dan ilmuwan strategis Iran.

Teheran pun membalas. “Serangan ini adalah bagian dari gelombang balasan atas agresi Israel,” tulis media pemerintah Iran.

Menurut Kementerian Kesehatan Iran, serangan Israel telah menewaskan 224 orang dan melukai 1.277 lainnya, sebagian besar merupakan warga sipil.

Di sisi lain, media Israel termasuk Channel 12 melaporkan bahwa 25 warga Israel tewas dan lebih dari 800 orang terluka akibat rentetan serangan balasan dari Iran.

Pada hari yang sama, sirene juga berbunyi di Dataran Tinggi Golan setelah terdeteksi infiltrasi pesawat nirawak. Militer Israel mengonfirmasi pesawat nirawak berhasil dicegat. “Peringatan berbunyi karena adanya pelanggaran udara,” ujar juru bicara militer.

Baca Juga: Perang Iran-Israel: PBNU tak Tegaskan Iran untuk Terus Perangi Israel, Kenapa?

Konflik Semakin Terbuka dan Intens

Serangan Iran ke Beersheba ini menandai babak baru dari konfrontasi terbuka antara dua kekuatan besar Timur Tengah. Tidak lagi sekadar melalui proksi, kini rudal dan pesawat tanpa awak menjadi senjata nyata dalam perang jarak jauh yang berdampak langsung ke jantung wilayah permukiman.

Kegagalan Israel dalam mencegat rudal Iran juga menjadi pukulan telak bagi reputasi militernya, yang selama ini digadang sebagai salah satu kekuatan udara paling canggih di dunia. Masyarakat internasional pun menyoroti meningkatnya risiko eskalasi yang bisa mengguncang stabilitas kawasan.

Dengan Teheran yang menyatakan siap meluncurkan gelombang rudal lanjutan dan Israel belum memberikan respons resmi, dunia kini menahan napas menyaksikan perkembangan perang terbuka yang kian mengancam kawasan dan melampaui batas-batas diplomatik biasa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.