Trump Yakin Putin Mau Damai, Eropa Malah Panik Menjelang KTT Alaska

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu pada Jumat (15/8) dalam KTT Rusia–AS 2025 di Anchorage, Alaska. Pertemuan ini digadang-gadang sebagai langkah awal menuju perdamaian Ukraina–Rusia, meski menuai kekhawatiran dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan para sekutu Eropa.
Trump menyatakan keyakinannya bahwa Putin bersedia mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
“Saya pikir Presiden Putin akan berdamai, saya pikir Presiden Zelensky akan berdamai. Kita lihat saja apakah mereka akur,” ujar Trump di Gedung Putih.
Trump menilai KTT Alaska ini baru tahap awal. Ia mengisyaratkan akan ada pertemuan kedua yang melibatkan Zelenskiy dan kemungkinan sejumlah pemimpin Eropa.
“Pertemuan yang lebih penting adalah pertemuan kedua,” kata Trump. Ia menggambarkan proses ini seperti “permainan catur” dengan peluang 25 persen pertemuan pertama gagal menghasilkan kesepakatan.
Putin Isyaratkan Bahas Senjata Nuklir
Menjelang KTT, Putin memimpin rapat dengan pejabat keamanan senior di Moskow. Dalam pernyataannya, ia memuji upaya Washington menghentikan konflik.
Menurut Putin, pembahasan akan mencakup pengendalian senjata ofensif strategis termasuk nuklir, selain isu keamanan Eropa. Ajudan Kremlin menambahkan bahwa ada agenda membahas potensi kerja sama ekonomi Rusia–AS yang selama ini belum dimanfaatkan.
Kekhawatiran Ukraina dan Sekutu Eropa
Zelensky dan diplomat Eropa Timur khawatir kesepakatan damai dapat mengakui penguasaan Rusia atas sekitar 20 persen wilayah Ukraina—termasuk Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson—yang berpotensi memperkuat posisi Putin dan membuka peluang ekspansi militer lebih jauh ke Eropa Timur.
“Trump memahami risikonya, tetapi kita berharap dia tidak terjebak dalam taktik Rusia,” kata seorang pejabat Eropa Timur yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dalam pertemuan virtual terakhir dengan pemimpin NATO dan Zelensky, Trump menyatakan aliansi transatlantik itu tidak akan menjadi bagian dari jaminan keamanan pascaperang. Namun, ia menegaskan AS dan sekutu yang bersedia dapat ikut serta. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut ini sebagai “langkah maju besar”, meski detail jaminan belum jelas.
KTT Trump–Putin di Alaska adalah pertemuan puncak pertama Rusia–AS sejak Juni 2021. Perundingan ini berlangsung di tengah situasi terburuk bagi Ukraina: puluhan ribu korban jiwa, jutaan pengungsi, dan perekonomian yang terpukul akibat perang.
Trump memperingatkan akan ada “konsekuensi berat” bagi Rusia jika Putin menolak perdamaian. Namun, Moskow menegaskan sikapnya tidak berubah sejak proposal awal yang diajukan pada Juni 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








