Pemerintah Pakistan Anggap Biasa Pendaki Asing Tewas di Gunung: Semua Sudah Tahu Risikonya!

AKURAT.CO Pemerintah Pakistan menegaskan tidak akan mengeluarkan larangan maupun peringatan khusus terkait ekspedisi pendakian gunung, meskipun dalam beberapa pekan terakhir terjadi serangkaian insiden maut yang menewaskan pendaki asing.
Juru bicara Pemerintah Gilgit-Baltistan, Faizullah Faraq, mengatakan para pendaki sudah menyadari risiko besar yang mengintai, mulai dari cuaca ekstrem hingga kondisi jalur yang berbahaya.
“Semua pendaki mengetahui tantangan dan risiko sebelum memulai ekspedisi. Meski begitu, mereka tetap datang dengan penuh semangat untuk menaklukkan puncak-puncak ini,” ujarnya, Minggu (17/8).
Korban Jiwa Terbaru di K2
Pernyataan ini muncul setelah kabar duka dari K2, gunung tertinggi kedua di dunia yang terkenal dengan medan terjalnya. Seorang pendaki asal China, Guan Jing (37), tewas tertimpa batu jatuh pada Selasa lalu. Jenazahnya berhasil dievakuasi tim penyelamat pada Sabtu.
Insiden ini terjadi hanya beberapa minggu setelah pendaki asal Jerman sekaligus peraih medali emas Olimpiade dua kali, Laura Dahlmeier, meninggal saat mencoba mendaki Puncak Laila di kawasan Karakoram.
Namun, upaya evakuasi jenazah Dahlmeier akhirnya dihentikan setelah keluarganya menolak. Sang pendaki sebelumnya berpesan agar tak ada yang mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan jasadnya jika terjadi kecelakaan fatal.
Jenazah pendaki asing yang meninggal saat mencoba mendaki puncak gunung di Pakistan biasanya dievakuasi atas permintaan keluarga. Namun, jika keluarga menolak pertolongan, jenazah akan ditinggalkan di tempat pendaki meninggal. Faraq mengatakan pihak berwenang berupaya menyediakan infrastruktur yang lebih baik, fasilitas penyelamatan, keamanan, dan lingkungan yang ramah bagi para pendaki.
Ekspedisi Jadi Penopang Ekonomi Lokal
Meski risiko besar kerap merenggut korban, ekspedisi pendakian tetap menjadi tulang punggung perekonomian Gilgit-Baltistan. Menurut Faraq, kegiatan ini menyumbang jutaan dolar pemasukan setiap tahunnya.
“Banyak warga lokal menggantungkan hidup dari pendakian, khususnya pada musim ekspedisi Mei hingga September. Penghasilan selama periode itu bisa menafkahi keluarga sepanjang tahun,” jelasnya.
Risiko Pendakian di Pakistan
Setiap tahun, ratusan pendaki dari berbagai negara mencoba menaklukkan gunung di Pakistan utara. Namun, kecelakaan kerap terjadi akibat longsoran salju maupun perubahan cuaca ekstrem yang mendadak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








