Polisi Brasil Bongkar Rencana Bolsonaro Melarikan Diri ke Argentina Saat Diselidiki Kudeta

AKURAT.CO Kepolisian Federal Brasil mengungkap temuan baru yang semakin menambah rumit situasi hukum mantan Presiden Jair Bolsonaro. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan pesan-pesan di telepon genggam Bolsonaro yang menunjukkan niatnya untuk melarikan diri ke Argentina dan meminta suaka politik. Rencana itu, menurut dokumen resmi yang dipublikasikan pada Rabu (20/8), disusun tak lama setelah penggeledahan rumah dan kantornya terkait dugaan upaya kudeta.
Laporan setebal 170 halaman menyebutkan bahwa Bolsonaro bahkan telah menyiapkan permohonan tertulis untuk meminta perlindungan dari Presiden Argentina Javier Milei. Dokumen itu bertanggal 10 Februari 2024, hanya dua hari setelah pihak berwenang mendatangi kediamannya. Dugaan adanya upaya mencari perlindungan di luar negeri kian menguat setelah Bolsonaro menghabiskan dua malam di Kedutaan Besar Hongaria di Brasilia, yang kala itu memicu spekulasi publik bahwa ia tengah berusaha menghindari penangkapan.
Temuan terkait Argentina ini hanyalah sebagian dari tuduhan yang lebih luas. Polisi menilai Bolsonaro melakukan penghalangan terhadap jalannya keadilan, terutama karena ia diduga mengabaikan aturan tahanan rumah. Ia masih aktif menyebarkan pesan-pesan politik kepada para pendukungnya, yang dianggap sebagai serangan langsung terhadap lembaga demokrasi Brasil, termasuk Mahkamah Agung dan Kongres.
Bukti-bukti yang kini berada di tangan Mahkamah Agung tidak hanya berupa dokumen resmi, tetapi juga percakapan pribadi Bolsonaro dengan putranya, Eduardo Bolsonaro. Dalam salah satu percakapan, Eduardo memperingatkan sang ayah bahwa situasi sangat sensitif dan setiap langkah kecil bisa berpengaruh besar pada nasib politik mereka. Ia juga mengaku telah berjuang keras mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat, bahkan menyebut hanya dirinya dan seorang sekutu, Paulo Figueiredo, yang memiliki akses langsung ke Gedung Putih. Menurut Eduardo, tekanan dari Donald Trump menjadi satu-satunya harapan bagi Bolsonaro untuk menghindari hukuman penjara.
Sementara itu, hakim Alexandre de Moraes yang memimpin kasus ini memberi waktu 48 jam kepada tim pengacara Bolsonaro untuk menjelaskan alasan mantan presiden tersebut mencari suaka ke Argentina serta mengapa ia melanggar aturan tahanan rumah. Dalam sebuah surat sepanjang 33 halaman yang ditujukan kepada Presiden Milei, Bolsonaro menegaskan dirinya sedang mengalami persekusi politik di Brasil.
Meski demikian, proses hukum tetap berjalan. Panel Mahkamah Agung yang terdiri dari lima hakim dijadwalkan mengumumkan putusan atas kasus dugaan kudeta antara 2 dan 12 September mendatang. Temuan baru mengenai rencana suaka ke Argentina tidak akan memengaruhi putusan kali ini, tetapi dipastikan menambah panjang daftar persoalan hukum yang membayangi mantan orang nomor satu Brasil tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






