Karena Turis Asing, Kecelakaan Lalu Lintas di Dekat Gunung Fuji Melonjak Drastis

AKURAT.CO Fenomena wisata di sekitar Gunung Fuji, Jepang, tidak hanya membawa keuntungan bagi sektor pariwisata, tetapi juga menimbulkan masalah baru. Polisi di Prefektur Yamanashi melaporkan bahwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil sewaan wisatawan asing meningkat pesat pada tahun 2024.
Kepolisian mencatat ada sekitar 770 kasus kecelakaan mobil sewaan di wilayah Lima Danau Fuji. Angka ini hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 417 kasus.
Kenaikan ini menjadi perhatian serius karena kawasan kaki Gunung Fuji setiap tahunnya selalu menjadi magnet jutaan wisatawan mancanegara. Banyak turis datang bukan hanya untuk mendaki, tapi juga sekadar mencari sudut foto terbaik di kota-kota sekitar seperti Fujiyoshida dan Fujikawaguchiko. Popularitas lokasi-lokasi ini semakin meningkat berkat media sosial, meski sebenarnya jalan di sana sempit dan tidak didesain untuk arus kendaraan wisata yang padat.
Jalan Sempit, Aturan Lalu Lintas Berbeda
Menurut polisi, sebagian besar kecelakaan terjadi karena turis tidak terbiasa dengan sistem lalu lintas Jepang yang menggunakan jalur kiri. Wisatawan dari Taiwan, Tiongkok, atau negara-negara Barat sering kali kebingungan saat harus menyeberang persimpangan atau memberi jalan di jalur sempit.
Banyak dari mereka menyewa mobil langsung dari Tokyo untuk menuju desa wisata Oshino Hakkai, yang terkenal dengan delapan kolam mata airnya dan sudah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Namun, akses menuju lokasi ini memang rumit: jalan menanjak, sempit, dan berliku. Tak heran, polisi mencatat lebih dari 70 persen kecelakaan berupa insiden tunggal, seperti mobil menabrak pagar atau tembok.
Sisanya adalah tabrakan antar kendaraan, misalnya di persimpangan. Pada 2024, empat orang dilaporkan mengalami luka akibat kecelakaan, meski sejauh ini tidak ada korban jiwa.
Kekhawatiran Warga Lokal
Fenomena ini juga dirasakan langsung warga setempat. Seorang pria berusia 70-an di Fujiyoshida mengaku kerap melihat mobil sewaan nyaris menabrak karena pengemudinya tak berhenti di rambu lalu lintas. Dalam kasus lain, kaca spion mobil sewaan bahkan sampai bersenggolan dengan taksi lokal akibat sempitnya jalan.
Kondisi ini menimbulkan keresahan karena selain berbahaya bagi turis, juga mengganggu aktivitas warga yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut.
Upaya Polisi dan Perusahaan Rental
Untuk menekan angka kecelakaan, kepolisian Yamanashi sudah mengambil langkah pencegahan. Sejak Februari, mereka membuat peta khusus yang menandai titik-titik rawan kecelakaan akibat mobil sewaan wisatawan asing.
Selain itu, perusahaan rental mobil juga didorong untuk ikut bertanggung jawab. Para penyewa kini diberi selebaran berisi imbauan keselamatan yang diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa agar mudah dipahami turis dari berbagai negara.
Langkah ini dianggap penting karena kesadaran lalu lintas tidak hanya soal rambu, tetapi juga soal budaya berkendara yang berbeda dari negara asal wisatawan.
Gunung Fuji Tetap Jadi Magnet Wisata
Meski angka kecelakaan meningkat, minat wisatawan ke Gunung Fuji diperkirakan tidak akan surut. Gunung setinggi 3.776 meter itu tetap menjadi ikon Jepang dan tujuan populer turis mancanegara. Foto-foto berlatar Fuji yang menjulang megah masih menjadi incaran, terutama di musim semi dan gugur.
Namun, otoritas setempat berharap upaya pengawasan yang lebih ketat dapat membuat wisata ke kawasan Fuji lebih aman, baik bagi turis maupun warga lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









