Akurat
Pemprov Sumsel

Gunung Fuji Belum Meletus 300 Tahun, Jepang Ingatkan Warga Tokyo untuk Siaga

Kumoro Damarjati | 28 Agustus 2025, 23:00 WIB
Gunung Fuji Belum Meletus 300 Tahun, Jepang Ingatkan Warga Tokyo untuk Siaga


AKURAT.CO Gunung Fuji, gunung tertinggi dan salah satu simbol ikonik Jepang, belum pernah meletus sejak tahun 1707. Namun, untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Vulkanik, Pemerintah Metropolitan Tokyo merilis sebuah video simulasi berbasis komputer dan AI yang menggambarkan skenario potensi letusan dahsyat.

Simulasi: Abu Gunung Fuji Bisa Capai Tokyo dalam Hitungan Jam

Video simulasi yang dirilis pekan ini ditujukan untuk mengingatkan 37 juta penduduk di wilayah metropolitan Tokyo Raya agar lebih siap menghadapi bencana. Dalam video tersebut, digambarkan abu vulkanik dari Gunung Fuji dapat mencapai pusat kota Tokyo, yang berjarak sekitar 100 kilometer, hanya dalam beberapa jam setelah letusan.

Dampaknya bisa sangat luas: Transportasi lumpuh, termasuk kereta dan jalan raya. Gangguan pasokan makanan serta listrik dan risiko masalah pernapasan jangka panjang akibat abu vulkanik.

Video berakhir dengan pesan kesiapsiagaan: “Kita perlu membekali diri dengan fakta dan bersiap menghadapi bencana dalam kehidupan sehari-hari.” Salah satu adegan menampilkan dapur rumah tangga penuh makanan kaleng dan kotak P3K sebagai simbol pentingnya persediaan darurat.

Tidak Ada Tanda Letusan, Hanya Langkah Edukasi

Pemerintah Tokyo menegaskan bahwa saat ini tidak ada tanda-tanda Gunung Fuji akan meletus. Simulasi ini murni langkah edukasi untuk memberi pengetahuan akurat kepada warga tentang apa yang harus dilakukan jika bencana terjadi.

Meski begitu, video ini memicu kecemasan bagi sebagian masyarakat. Seorang warga Tokyo, Shinichiro Kariya (57), bertanya-tanya mengapa pemerintah tiba-tiba membicarakan abu setebal 10 sentimeter bisa turun di ibu kota. Sementara Hiromi Ooki, warga Mishima yang tinggal dekat kaki Gunung Fuji, justru merasa video tersebut mendorongnya untuk membeli perlengkapan darurat.

Pakar: Fuji Belum Akan Meletus, tapi Siaga Itu Penting

Naoya Sekiya, profesor komunikasi risiko di Universitas Tokyo, menjelaskan bahwa simulasi seperti ini memang sudah lama dilakukan pemerintah Jepang. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan melatih kesiapan masyarakat menghadapi kemungkinan bencana.

“Waktunya tidak terlalu penting. Simulasi bukan berarti Fuji akan meletus sekarang,” jelas Sekiya.

Jepang di Jalur "Cincin Api Pasifik"

Jepang dikenal sebagai negara yang rawan bencana karena posisinya berada di Cincin Api Pasifik. Dari sekitar 1.500 gunung berapi aktif di dunia, 111 berada di Jepang. Selain itu, negara ini juga sering dilanda gempa bumi, topan, banjir, dan tanah longsor.

Fuji sendiri dulunya meletus hampir setiap 30 tahun sekali. Namun, sejak letusan terakhir pada abad ke-18, gunung berapi ikonik ini sudah lebih dari 300 tahun tidak menunjukkan aktivitas besar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.