Hakim Federal Blokir Rencana Trump Kerahkan Garda Nasional di California

AKURAT.CO Seorang hakim federal Amerika Serikat memutuskan untuk menghentikan sementara rencana pemerintahan Donald Trump yang ingin mengerahkan Garda Nasional di California untuk menangani kejahatan.
Putusan itu disampaikan Hakim Charles Breyer dari Pengadilan Distrik California Utara yang berbasis di San Francisco. Breyer menunda penerapan keputusan hingga 12 September, memberi waktu bagi pemerintahan Trump untuk mengajukan banding.
Latar Belakang: Kericuhan Setelah Perintah Trump
Pada Juni lalu, Trump memerintahkan 4.000 anggota Garda Nasional dan 700 Marinir aktif dikerahkan ke Los Angeles. Langkah ini diambil sebagai respon atas protes besar-besaran menentang operasi penggerebekan imigrasi.
Kehadiran tentara justru memicu ketegangan baru di Los Angeles. Banyak pihak, terutama dari Partai Demokrat, menuduh Trump menggunakan militer untuk menekan oposisi terhadap kebijakan imigrasi kerasnya.
Gugatan dari Newsom
Gubernur California, Gavin Newsom, yang merupakan Demokrat terkemuka, menggugat langkah Trump. Ia menilai pengerahan pasukan itu melanggar norma hukum Amerika serta Posse Comitatus Act, undang-undang yang membatasi penggunaan militer federal untuk penegakan hukum domestik.
Dalam persidangan, bukti menunjukkan bahwa tentara tidak hanya menjaga fasilitas federal, tapi juga membentuk perimeter keamanan, mengatur lalu lintas, hingga mengendalikan massa. Hakim Breyer menilai hal itu jelas melanggar hukum.
Perdebatan Hukum yang Rumit
Pemerintahan Trump berargumen bahwa presiden memiliki kewenangan konstitusional untuk mengerahkan pasukan jika dibutuhkan guna melindungi personel dan properti federal. Namun, pihak Jaksa Agung California menegaskan pasukan melakukan fungsi kepolisian yang seharusnya bukan tugas militer.
Hakim Breyer juga mengungkapkan kekhawatirannya karena aturan yang longgar bisa memberi keleluasaan berlebih pada militer dalam menentukan kapan perlindungan dibutuhkan.
Situasi Terkini
Meski protes di Los Angeles sudah mereda, ratusan tentara masih berada di kota tersebut saat persidangan berlangsung. Mereka digunakan untuk mengamankan penggerebekan ladang ganja ilegal dan mencegah potensi protes di taman kota.
Putusan Breyer ini tidak berdampak pada pengerahan Garda Nasional di Washington, DC, karena presiden memiliki kewenangan lebih luas di ibu kota dibandingkan di negara bagian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








