Tragedi Kereta Kabel Lisbon: 17 Tewas, Portugal Tetapkan Hari Berkabung Nasional

AKURAT.CO Pemerintah Portugal menetapkan hari berkabung nasional pada Kamis (4/9) setelah kecelakaan kereta kabel Gloria di Lisbon menewaskan sedikitnya 17 orang. Insiden ini terjadi di salah satu destinasi wisata paling populer di ibu kota.
Kronologi Kecelakaan
Kereta kabel berwarna kuning yang biasa membawa wisatawan menyusuri jalur curam di dekat Liberty Avenue tergelincir pada Rabu (3/9) sore. Kereta kemudian menabrak sebuah gedung dengan keras hingga ringsek.
Seorang saksi mata yang diwawancarai televisi SIC menggambarkan benturan itu "seperti kotak kardus yang diremukkan."
Tim penyelamat mengevakuasi 16 orang lainnya yang terluka, termasuk beberapa warga negara asing. Seluruh korban telah dibawa keluar dari reruntuhan, meski identitas mereka belum diumumkan.
Reaksi Pemerintah dan Uni Eropa
Wali Kota Lisbon, Carlos Moedas, menyebut kejadian itu sebagai "tragedi yang belum pernah terjadi di kota kami."
Sementara itu, Perdana Menteri Luis Montenegro dalam pernyataan resminya mengatakan insiden ini "membawa duka bagi keluarga korban dan menjadi luka bagi bangsa."
Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
Investigasi dan Pemeliharaan
Jaksa Lisbon memastikan penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
Pihak operator transportasi kota, Lisbon Carris, menegaskan bahwa seluruh protokol pemeliharaan telah dijalankan sesuai standar.
“Semua prosedur dipatuhi dengan cermat,” kata Pedro Bogas, Kepala Carris.
Menurutnya, pemeliharaan besar dilakukan setiap empat tahun sekali—terakhir pada 2022—sedangkan pemeliharaan menengah dilakukan dua tahun sekali dan baru selesai pada 2024.
Ikon Wisata Lisbon
Kereta kabel Gloria pertama kali beroperasi pada 1885 dan mulai menggunakan listrik sejak 1915. Dengan desain kotak berwarna kuning khas, kereta ini bukan hanya transportasi sehari-hari bagi warga lokal, tetapi juga ikon wisata yang kerap muncul di berbagai suvenir Lisbon.
Seorang turis asal Spanyol, Antonio Javier (44), mengaku lega karena batal menaiki kereta itu. “Kami sedikit lega karena antreannya panjang, jadi tidak jadi naik,” ujarnya.
Kecelakaan ini menjadi salah satu tragedi terburuk dalam sejarah transportasi wisata Lisbon, meninggalkan duka mendalam bagi warga Portugal dan komunitas internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







