Israel Serang Pejabat Hamas di Qatar Saat Negosiasi Gencatan Senjata Gaza

AKURAT.CO Israel melancarkan serangan udara terhadap pejabat senior Hamas di Doha, Qatar, termasuk kepala tim negosiasi gencatan senjata. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah militer Israel memperingatkan warga Gaza untuk mengungsi dari benteng terakhir Hamas.
Pejabat Hamas yang menjadi target selamat dari serangan, menurut Suhail al-Hindi, anggota biro politik Hamas. Ia menegaskan bahwa delegasi negosiasi masih hidup meski serangan menghantam lokasi pertemuan mereka.
"Saya mengutuk pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Qatar ini," ujar Antonio Guterres selaku Sekretaris Jenderal PBB, dikutip dari The Guardian, Rabu (10/9/2025).
Washington dikonfirmasi mengetahui serangan sebelumnya karena Qatar adalah sekutu penting Amerika Serikat dan tuan rumah pangkalan udara Al Udeid. Hal ini menimbulkan kontroversi mengenai peran AS dalam operasi Israel.
Turki menuduh Israel menjadikan terorisme sebagai kebijakan negara dan Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, menilai Israel mengabaikan konsekuensinya. Pernyataan ini muncul di tengah kecaman internasional yang luas.
Baca Juga: Bintang Hollywood Ramai-Ramai Boikot Lembaga Film Israel
Israel menyatakan serangan sebagai respons atas serangan Hamas di Yerusalem yang menewaskan enam warga Israel. Pejabat Israel menegaskan, operasi ini sepenuhnya dijalankan Israel dan mereka bertanggung jawab penuh.
Rekaman video dari Doha menunjukkan ledakan besar di distrik Katara, pusat pertemuan delegasi Hamas. Hamas menuduh proposal gencatan senjata AS sebagai 'penipuan yang bertujuan membawa anggota Hamas ke pertemuan untuk menyerang mereka'.
Meskipun banyak kecaman, perdana menteri Inggris Keir Starmer tetap bertemu presiden Israel Isaac Herzog di London. "Prioritasnya harus segera gencatan senjata, pembebasan sandera dan lonjakan besar dalam bantuan ke Gaza," tegas Starmer.
Serangan ini menambah ketegangan di Timur Tengah dan terjadi saat Hamas mempertimbangkan tawaran baru dari AS untuk mengakhiri konflik di Gaza. Banyak pengamat menilai serangan ini mempercepat eskalasi militer dan membahayakan upaya diplomasi.
Israel menegaskan bahwa para pemimpin Hamas yang disasar telah lama terlibat dalam operasi militer melawan Israel. Dalam pernyataan bersama IDF dan Shin Bet disebutkan langkah-langkah telah diambil untuk mengurangi risiko terhadap warga sipil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








