Lonjakan Wisatawan Bikin Banyak Koper Tertinggal di Bandara dan Hotel Jepang

AKURAT.CO Fenomena koper tertinggal di bandara dan hotel Jepang semakin marak seiring melonjaknya jumlah wisatawan mancanegara. Terbatasnya ruang penyimpanan dan mahalnya biaya pembuangan membuat pihak bandara dan hotel mencari cara baru, mulai dari mendaur ulang hingga memberikan koper-koper tersebut kepada publik.
Ribuan Koper Tak Terambil di Bandara Jepang
Di Bandara Internasional Narita, Prefektur Chiba, sebuah gudang milik Kepolisian Bandara menampung sekitar 60 koper tak terambil. Tahun lalu, petugas menerima sekitar 700 koper, dan hingga Juni 2024 sudah 400 koper masuk ke gudang. Namun, hanya sekitar 10 persen yang berhasil diklaim pemiliknya.
“Kami kesulitan menyiapkan ruang penyimpanan, sementara biaya pembuangan juga sangat besar,” kata kepala divisi akuntansi Kepolisian Bandara Narita.
Sebagian besar koper ditemukan dalam kondisi roda rusak atau masih terkunci. Barang-barang itu disimpan selama tiga bulan. Jika tidak ada laporan dari pemilik, koper akan dibuang.
Kenapa Banyak Koper Ditinggalkan
Banyak wisatawan membeli koper baru untuk menampung suvenir, sementara maskapai penerbangan memberlakukan batasan bagasi. Akibatnya, koper lama mereka kerap ditinggalkan.
“Tidak jarang pelanggan membeli koper besar karena koper lama terlalu kecil,” ujar manajer Grand Sac’s, toko koper di Bandara Narita.
Grand Sac’s bahkan menyiapkan layanan penjemputan koper tak terpakai, tetapi bagasi terbengkalai di dekat tempat sampah bandara tetap kerap ditemukan. “Kadang polisi harus dipanggil karena dikhawatirkan berisi barang berbahaya,” tambahnya.
Data Lonjakan Wisatawan
Menurut Organisasi Pariwisata Nasional Jepang, 36,87 juta wisatawan mengunjungi Jepang pada 2024, mencetak rekor baru. Dampaknya terlihat jelas. Bandara Kansai di Osaka menangani 816 koper terbengkalai pada tahun fiskal 2024, naik dari 716 pada 2019.
Terminal 3 Bandara Haneda di Tokyo mencatat peningkatan 1,5 kali lipat koper yang dibuang pada periode yang sama.
Fenomena serupa juga terjadi di hotel. Survei Biro Konvensi dan Pariwisata Osaka pada Juni–Juli 2024 menunjukkan 85 persen dari 34 pengelola akomodasi mengeluhkan tamu yang meninggalkan koper.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







