Akurat
Pemprov Sumsel

Kapal Filipina Diterjang Meriam Air Penjaga Pantai Tiongkok di Beting Scarborough

Kumoro Damarjati | 17 September 2025, 13:20 WIB
Kapal Filipina Diterjang Meriam Air Penjaga Pantai Tiongkok di Beting Scarborough

 

AKURAT.CO Sengketa di Laut Cina Selatan memanas. Penjaga pantai Tiongkok menuduh sebuah kapal Filipina sengaja menabrak kapalnya di dekat Beting Scarborough pada Selasa (16/9). Namun Filipina membantah, menegaskan justru kapal mereka diserang meriam air Tiongkok hingga rusak dan melukai seorang awak.

Versi Tiongkok: Kapal Filipina Disebut Masuk Perairan Huangyan

Dalam pernyataan resminya, penjaga pantai Tiongkok mengklaim lebih dari 10 kapal pemerintah Filipina memasuki perairan sekitar beting yang mereka sebut Pulau Huangyan. Mereka mengaku menembakkan meriam air untuk menghalau kapal-kapal Filipina.

Insiden ini terjadi enam hari setelah Tiongkok mengumumkan rencana menjadikan sebagian Beting Scarborough sebagai cagar alam nasional, yang langsung mendapat protes diplomatik dari Filipina. Pemerintah Filipina menyebut beting tersebut sebagai Bajo de Masinloc.

Versi Filipina: Serangan Meriam Air dan Ancaman Tembakan

Penjaga pantai Filipina mengatakan dua kapal Tiongkok menembakkan meriam air kuat selama hampir 30 menit ke arah kapal penangkap ikan BRP Datu Gumbay Piang.

Akibatnya, kabin kapten dan anjungan rusak parah, jendela pecah, serta korsleting listrik yang merusak stopkontak dan lima unit pendingin udara. Seorang awak dilaporkan terluka.

Filipina juga menyebut sebuah kapal perang Tiongkok menyiarkan peringatan melalui radio, mengumumkan latihan tembak langsung di sekitar beting, sehingga membuat nelayan Filipina panik.

Ketegangan Lama di Laut Cina Selatan

Beting Scarborough adalah salah satu titik paling panas dalam sengketa Laut Cina Selatan. Tiongkok mengklaim hampir seluruh wilayah perairan strategis ini, sementara Filipina dan beberapa negara lain memiliki klaim tumpang tindih.

Pada Selasa, penjaga pantai Filipina bersama kapal nelayan dikerahkan untuk memasok bahan bakar, air, es, dan kebutuhan logistik bagi lebih dari 35 kapal penangkap ikan di area tersebut.

Ketegangan serupa juga terjadi sebelumnya.

Agustus 2025: Kapal perang Tiongkok bertabrakan dengan kapal penjaga pantai Tiongkok saat mengejar kapal patroli Filipina.

September 2024: Kru “60 Minutes” CBS News menyaksikan langsung kapal Tiongkok menabrak kapal penjaga pantai Filipina saat misi pasokan di Laut Cina Selatan.

Dukungan Internasional untuk Filipina

Aksi Tiongkok menuai reaksi internasional. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut tindakan Tiongkok sebagai “langkah koersif” untuk memperluas klaim maritimnya. Inggris dan Australia juga menyatakan keprihatinan, sementara Kedutaan Besar Kanada di Filipina menolak upaya Tiongkok menggunakan alasan perlindungan lingkungan untuk menguasai Beting Scarborough.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.