Kapal Filipina Diterjang Meriam Air Penjaga Pantai Tiongkok di Beting Scarborough

AKURAT.CO Sengketa di Laut Cina Selatan memanas. Penjaga pantai Tiongkok menuduh sebuah kapal Filipina sengaja menabrak kapalnya di dekat Beting Scarborough pada Selasa (16/9). Namun Filipina membantah, menegaskan justru kapal mereka diserang meriam air Tiongkok hingga rusak dan melukai seorang awak.
Versi Tiongkok: Kapal Filipina Disebut Masuk Perairan Huangyan
Dalam pernyataan resminya, penjaga pantai Tiongkok mengklaim lebih dari 10 kapal pemerintah Filipina memasuki perairan sekitar beting yang mereka sebut Pulau Huangyan. Mereka mengaku menembakkan meriam air untuk menghalau kapal-kapal Filipina.
Insiden ini terjadi enam hari setelah Tiongkok mengumumkan rencana menjadikan sebagian Beting Scarborough sebagai cagar alam nasional, yang langsung mendapat protes diplomatik dari Filipina. Pemerintah Filipina menyebut beting tersebut sebagai Bajo de Masinloc.
Versi Filipina: Serangan Meriam Air dan Ancaman Tembakan
Penjaga pantai Filipina mengatakan dua kapal Tiongkok menembakkan meriam air kuat selama hampir 30 menit ke arah kapal penangkap ikan BRP Datu Gumbay Piang.
Akibatnya, kabin kapten dan anjungan rusak parah, jendela pecah, serta korsleting listrik yang merusak stopkontak dan lima unit pendingin udara. Seorang awak dilaporkan terluka.
Filipina juga menyebut sebuah kapal perang Tiongkok menyiarkan peringatan melalui radio, mengumumkan latihan tembak langsung di sekitar beting, sehingga membuat nelayan Filipina panik.
Ketegangan Lama di Laut Cina Selatan
Beting Scarborough adalah salah satu titik paling panas dalam sengketa Laut Cina Selatan. Tiongkok mengklaim hampir seluruh wilayah perairan strategis ini, sementara Filipina dan beberapa negara lain memiliki klaim tumpang tindih.
Pada Selasa, penjaga pantai Filipina bersama kapal nelayan dikerahkan untuk memasok bahan bakar, air, es, dan kebutuhan logistik bagi lebih dari 35 kapal penangkap ikan di area tersebut.
Ketegangan serupa juga terjadi sebelumnya.
Agustus 2025: Kapal perang Tiongkok bertabrakan dengan kapal penjaga pantai Tiongkok saat mengejar kapal patroli Filipina.
September 2024: Kru “60 Minutes” CBS News menyaksikan langsung kapal Tiongkok menabrak kapal penjaga pantai Filipina saat misi pasokan di Laut Cina Selatan.
Dukungan Internasional untuk Filipina
Aksi Tiongkok menuai reaksi internasional. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut tindakan Tiongkok sebagai “langkah koersif” untuk memperluas klaim maritimnya. Inggris dan Australia juga menyatakan keprihatinan, sementara Kedutaan Besar Kanada di Filipina menolak upaya Tiongkok menggunakan alasan perlindungan lingkungan untuk menguasai Beting Scarborough.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








