Paus Desak Gencatan Senjata Gaza, PBB Tuding Israel Lakukan Genosida

AKURAT.CO Ketika puluhan ribu warga Palestina meninggalkan rumah mereka akibat serangan darat besar-besaran Israel di Kota Gaza, Paus Leo XIV menyampaikan solidaritas mendalam bagi rakyat Palestina.
Dalam audiensi umum di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Selasa (17/9), Paus menegaskan bahwa warga Gaza “terus hidup dalam ketakutan dan kondisi yang tak dapat diterima, terpaksa meninggalkan tanah mereka sekali lagi.”
Pernyataan itu disambut tepuk tangan ribuan hadirin.
“Di hadapan Tuhan yang berfirman ‘Jangan membunuh’ dan di hadapan sejarah umat manusia, setiap orang memiliki martabat yang tak tergoyahkan untuk dihormati dan dilindungi,” ujar Paus.
Ia kembali menyerukan gencatan senjata, pembebasan sandera, solusi diplomatik, serta penghormatan penuh terhadap hukum humaniter internasional.
Serangan Israel di Kota Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut operasi militer yang telah lama direncanakan ini sebagai upaya menaklukkan “benteng utama terakhir” Hamas. Serangan udara besar menghantam sebagian Kota Gaza pada 16 September ketika pasukan Israel mulai bergerak maju dari pinggiran kota.
Meski banyak wilayah Gaza hancur selama perang 2023, sekitar satu juta warga Palestina kembali ke rumah mereka, sebagian besar hanya reruntuhan bangunan, menurut BBC. Pasukan Pertahanan Israel memperkirakan 350 ribu orang telah meninggalkan kota pada 16 September, sementara lebih dari setengah juta lainnya masih bertahan. Penduduk diperintahkan menuju selatan ke pesisir Jalur Gaza.
PBB Tuduh Israel Lakukan Genosida
Di saat bersamaan, Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki menuding Israel bertanggung jawab atas genosida di Gaza.
“Jelas ada niat untuk menghancurkan warga Palestina di Gaza melalui tindakan-tindakan yang memenuhi kriteria Konvensi Genosida,” kata ketua komisi Navi Pillay pada 16 September.
Namun, Duta Besar Israel untuk PBB di Jenewa, Danny Meron, menolak temuan itu. Ia menyebut laporan tersebut “secara keliru menuduh Israel memiliki niat genosida” dan menilai tuduhan itu “mempromosikan narasi yang menguntungkan Hamas.”
Laporan PBB mendesak Israel dan negara-negara lain memenuhi kewajiban hukum internasional untuk “mengakhiri genosida” dan menghukum pihak yang bertanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








