Ledakan di Pabrik Bahan Peledak Militer AS, 19 Orang Hilang dan Diduga Tewas

AKURAT.CO Sebanyak 19 orang dilaporkan hilang setelah ledakan besar terjadi di fasilitas produksi bahan peledak militer milik Accurate Energetic Systems di Bucksnort, Tennessee, pada Jumat (10/10/2025) waktu setempat. Ledakan tersebut meratakan sebagian besar bangunan pabrik dan menimbulkan kobaran api besar yang terlihat dari kejauhan.
Sheriff Humphreys County, Chris Davis, mengatakan bahwa sedikitnya empat hingga lima orang telah dibawa ke rumah sakit terdekat akibat ledakan itu. Beberapa di antaranya mengalami luka serius dan sejumlah korban diduga meninggal dunia.
“Tidak ada yang bisa dijelaskan, semuanya hilang,” ujar Davis dalam konferensi pers dengan nada emosional.
Ledakan Dahsyat Guncang Wilayah Sekitar
Ledakan dilaporkan terjadi di sebuah gedung besar di kompleks pabrik seluas 600 hektar yang memproduksi bahan peledak militer seperti C-4 dan TNT. Guncangan akibat ledakan terasa hingga kota Waverly, sekitar 25 kilometer dari lokasi.
Rekaman udara memperlihatkan puing-puing hangus, kendaraan terbakar, dan sisa-sisa bangunan yang porak-poranda. Davis menyebutkan bahwa puing-puing tersebar hingga radius setengah mil persegi dari titik ledakan.
“Ledakan ini cukup besar sehingga bisa dirasakan hingga ke kota tetangga,” katanya.
Penyebab Belum Diketahui, Investigasi Diperluas
Hingga kini, penyebab ledakan belum diketahui. Davis menegaskan, tim penyelidik masih melakukan proses identifikasi dengan pendekatan “lambat dan metodis”. Ia menolak berspekulasi apakah ledakan itu disengaja atau akibat kelalaian industri.
Pihak FBI dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) telah mengamankan lokasi dan menyatakan area dalam kondisi stabil. Investigasi gabungan dari lembaga federal dan pemerintah negara bagian diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Korban dan Penanganan Darurat
Tiga pasien dirawat di TriStar Health Dickson, dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang karena luka ringan. Pasien lain masih menjalani perawatan medis. Rumah sakit di wilayah sekitar juga menerima korban dengan luka serupa.
Menurut laporan media lokal, warga hingga jarak 32 kilometer dari lokasi dapat merasakan getaran kuat saat ledakan terjadi.
Respons Pemerintah dan Riwayat Ledakan Serupa
Gubernur Tennessee Bill Lee menyebut insiden ini sebagai “tragedi besar” dan memastikan pemerintah negara bagian bekerja sama dengan otoritas federal untuk menangani situasi darurat.
“Pemerintah kami terus memantau kondisi dan mendukung upaya penyelamatan di lapangan,” tulisnya dalam pernyataan di media sosial.
Pabrik Accurate Energetic Systems kini telah menghentikan seluruh operasi. Perusahaan tersebut mempekerjakan sekitar 75 orang.
Insiden ini bukan yang pertama terjadi di lokasi yang sama. Pada tahun 2014, ledakan di fasilitas yang dioperasikan oleh Rio Ammunition menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.
Risiko Tinggi Industri Bahan Peledak
Menurut Ken Cross, mantan Presiden Institute of Explosives Engineers, industri bahan peledak merupakan sektor “berisiko tinggi” yang membutuhkan tenaga kerja terlatih dan pengawasan ketat.
“Sebagian besar insiden seperti ini disebabkan oleh kelalaian dalam pengawasan atau prosedur keselamatan yang tidak dijalankan dengan benar,” ujarnya kepada BBC.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








