Pasukan Rusia Serang Konvoi Bantuan PBB di Kherson

AKURAT.CO Pasukan Rusia dilaporkan menyerang konvoi bantuan milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah Kherson, Ukraina selatan, pada Selasa (14/10/2025). Serangan terjadi di area garis depan dekat kota Bilozerka yang sebagian masih berada di bawah pendudukan Rusia. Pemerintah Ukraina menyebut tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kepala Administrasi Militer Wilayah Kherson, Oleksandr Prokudin, mengatakan serangan dilakukan menggunakan pesawat tak berawak (drone) dan artileri berat. “Para penjajah sengaja menargetkan truk-truk PBB OCHA dengan pesawat tak berawak dan artileri,” tulis Prokudin melalui media sosial resminya.
Menurut Prokudin, konvoi tersebut terdiri dari empat kendaraan. Satu kendaraan terbakar, satu mengalami kerusakan berat, sementara dua lainnya tidak terkena dampak langsung. Foto yang dibagikan otoritas Ukraina memperlihatkan salah satu truk putih berlogo Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) dalam kondisi terbakar dengan asap hitam tebal membubung ke udara.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “pelanggaran brutal terhadap hukum internasional.” Ia menegaskan bahwa tindakan itu menunjukkan ketidakpedulian Rusia terhadap nyawa warga sipil serta kewajiban kemanusiaan internasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun dari pihak Moskwa terkait insiden tersebut.
Pihak berwenang dan lembaga bantuan Ukraina menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas dan personel kemanusiaan telah berulang kali terjadi selama hampir empat tahun invasi Rusia berlangsung di Ukraina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






