Unjuk Rasa Gen Z Tewaskan Satu Orang, Pemerintah Peru Tetapkan Keadaan Darurat di Lima

AKURAT.CO Pemerintah Peru resmi menetapkan keadaan darurat di ibu kota Lima menyusul gelombang unjuk rasa antipemerintah yang terus meluas dalam beberapa minggu terakhir. Aksi demonstrasi tersebut memprotes maraknya korupsi dan kejahatan terorganisir yang dianggap gagal ditangani oleh pemerintahan baru di bawah Presiden Jose Jeri.
Langkah darurat ini diumumkan oleh Kepala Kabinet Ernesto Alvarez dalam konferensi pers pada Jumat (17/10/2025). “Kami akan menetapkan keadaan darurat setidaknya di Metropolitan Lima,” ujar Alvarez, dikutip dari AFP.
Bentrokan di Sekitar Gedung Kongres
Unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh pada Rabu (15/10) malam waktu setempat. Ketegangan meningkat ketika sejumlah demonstran mencoba menerobos pagar pengaman di sekitar Gedung Kongres.
Beberapa peserta aksi melempar batu dan menyalakan kembang api, sementara polisi antihuru-hara merespons dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa. Bentrokan tersebut menyebabkan sedikitnya satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Rapper Muda Jadi Korban Tewas Pertama
Korban tewas diidentifikasi sebagai Eduardo Ruiz, seorang rapper berusia 32 tahun yang ikut serta dalam aksi demonstrasi. Kematian Ruiz diumumkan langsung oleh Presiden Jeri.
Kepala Kepolisian Peru, Jenderal Oscar Arriola, menyebut bahwa seorang anggota Direktorat Investigasi Kriminal diduga melepaskan tembakan yang menewaskan Ruiz. Polisi tersebut kini ditahan dan akan diberhentikan dari jabatannya.
Ratusan Luka-Luka dalam Aksi
Selain korban tewas, sebanyak 113 orang mengalami luka-luka, terdiri dari 29 warga sipil dan 84 polisi. Unjuk rasa kali ini menjadi yang terbesar di Peru sejak gelombang protes terhadap pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Dina Boluarte.
Boluarte sebelumnya dimakzulkan oleh parlemen pada 10 Oktober 2025 setelah dituduh melakukan korupsi dan gagal mengatasi meningkatnya tindak kriminal.
Akar Krisis: Geng dan Kejahatan Terorganisir
Peru tengah menghadapi lonjakan pemerasan dan pembunuhan kontrak yang dilakukan oleh geng kriminal seperti Los Pulpos dan Tren de Aragua asal Venezuela. Geng-geng tersebut diketahui beroperasi di berbagai wilayah Amerika Latin dan sering melakukan penyanderaan untuk mendapatkan uang tebusan.
Situasi ini memperburuk ketidakpuasan publik terhadap pemerintah. Ribuan warga, yang sebagian besar berasal dari generasi muda (Gen Z), turun ke jalan untuk menuntut perubahan dan penegakan hukum yang lebih tegas.
Presiden Jeri Minta Wewenang Khusus
Presiden sementara Jose Jeri, yang akan menjabat hingga pemilu April tahun depan, berjanji untuk “menyatakan perang terhadap kejahatan terorganisir.” Ia juga meminta Kongres memberikan wewenang khusus untuk memberlakukan undang-undang keamanan darurat tanpa melalui proses voting di parlemen.
Langkah ini diharapkan dapat meredam gelombang protes dan mengembalikan stabilitas di negara yang tengah menghadapi salah satu krisis sosial terburuk dalam satu dekade terakhir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







