Mahkamah Agung Peru Vonis Eks Presiden Pedro Castillo 11 Tahun Penjara

AKURAT.CO Mantan Presiden Peru, Pedro Castillo, dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara pada Kamis (28/11) terkait kasus konspirasi untuk melakukan pemberontakan dalam upaya kudeta yang gagal pada 2022.
Selain hukuman penjara, pengadilan juga menjatuhkan sanksi tambahan berupa diskualifikasi selama dua tahun dari jabatan publik karena dianggap merusak tatanan konstitusi negara.
Dalam putusannya, pengadilan membebaskan Castillo dari dakwaan penyalahgunaan wewenang dan menyebabkan gangguan publik.
Putusan Mahkamah Agung tersebut juga menetapkan hukuman serupa bagi mantan menteri dalam kabinetnya, yaitu Betssy Chavez dan Willy Huerta, serta mantan penasihatnya Anibal Torres, sesuai permintaan jaksa penuntut.
Kasus ini bermula dari tindakan Castillo pada 7 Desember 2022, ketika ia secara sepihak mengumumkan pembubaran Kongres dan menetapkan keadaan darurat nasional. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menghindari pemungutan suara pemakzulan yang saat itu dijadwalkan karena dugaan "ketidakmampuan moral".
Pada hari yang sama, Castillo ditangkap polisi saat meninggalkan Istana Pemerintahan. Media lokal melaporkan bahwa ia tengah menuju Kedutaan Besar Meksiko bersama keluarganya untuk mencari suaka. Tidak lama setelah penangkapannya, Kongres dengan cepat melakukan pemungutan suara untuk memberhentikan Castillo dari jabatannya.
Selama masa kepemimpinannya yang hanya berlangsung 16 bulan, Castillo menghadapi turbulensi politik signifikan, termasuk lima kali pergantian kabinet yang menyebabkan pemerintahan berjalan tidak stabil.
Pedro Castillo, seorang mantan guru pedesaan dan aktivis serikat pekerja, memenangkan pemilihan presiden pada 2021 melalui putaran kedua melawan Keiko Fujimori, putri mantan Presiden Alberto Fujimori.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







