Akurat
Pemprov Sumsel

Pangeran Andrew Resmi Lepas Gelar “Duke of York” dan Dua Gelar Kehormatan Kerjaan Inggris

Kumoro Damarjati | 18 Oktober 2025, 08:52 WIB
Pangeran Andrew Resmi Lepas Gelar “Duke of York”  dan Dua Gelar Kehormatan Kerjaan Inggris

AKURAT.CO Pangeran Andrew dari Inggris mengumumkan bahwa ia tidak lagi akan menggunakan gelar “Duke of York”. Keputusan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Istana Buckingham pada Jumat (17/10/2025), setelah serangkaian pertemuan dengan Raja Charles III dan keluarga kerajaan.

Selain gelar adipati, Andrew juga melepaskan dua kehormatan kerajaan — Knight Grand Cross of the Royal Victorian Order (GCVO) dan Royal Knight Companion of the Most Noble Order of the Garter. Dengan demikian, satu-satunya gelar resmi yang masih disandangnya adalah “pangeran”, status yang tidak dapat dicabut karena melekat sejak lahir sebagai putra Ratu Elizabeth II.

Dalam pernyataannya, Andrew menyebut keputusan ini diambil untuk melindungi reputasi keluarga kerajaan dari dampak tuduhan yang terus diarahkan kepadanya.

“Saya memutuskan untuk menempatkan kewajiban saya kepada keluarga dan negara di atas segalanya. Saya tetap pada keputusan lima tahun lalu untuk mundur dari kehidupan publik,” ujarnya dikutip dari The Guardian.

Ia menambahkan bahwa keputusan ini telah disetujui oleh Raja Charles III. “Dengan persetujuan Yang Mulia Raja, saya tidak akan lagi menggunakan gelar atau kehormatan yang telah diberikan kepada saya. Saya tetap menolak seluruh tuduhan yang ditujukan kepada saya,” tegasnya.

Secara hukum, gelar “Duke of York” masih tercatat karena hanya dapat dicabut melalui undang-undang parlemen. Namun, Andrew memilih untuk tidak lagi menggunakannya, sehingga gelar tersebut menjadi tidak aktif. Keputusan ini disebut sebagai hasil konsultasi erat dengan Raja Charles dan anggota keluarga lainnya, termasuk Pangeran Wales.

Mantan istrinya, Sarah, Duchess of York, juga akan berhenti menggunakan gelarnya dan kini dikenal dengan nama Sarah Ferguson. Sementara itu, dua putri mereka, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, tidak terdampak oleh keputusan ini.

Langkah Pangeran Andrew diambil di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap kerajaan Inggris. Tuduhan terhadapnya terkait hubungan dengan pelaku kejahatan seksual anak Jeffrey Epstein serta dugaan keterkaitannya dengan kasus spionase Tiongkok disebut menjadi alasan utama di balik keputusan ini.

Dalam memoar Virginia Giuffre — perempuan yang menuduh Andrew melakukan pelecehan saat ia berusia 17 tahun — disebutkan bahwa sang pangeran merasa memiliki “hak istimewa sejak lahir” untuk berhubungan dengannya. Giuffre meninggal dunia pada April lalu. Kasus perdata antara keduanya telah diselesaikan secara damai dengan pembayaran sekitar £12 juta tanpa pengakuan bersalah dari pihak Andrew.

Keluarga Giuffre menilai keputusan Andrew untuk melepaskan gelarnya merupakan bentuk pengakuan atas perjuangan Virginia. “Ini adalah bukti keadilan bagi saudari kami dan bagi para penyintas di seluruh dunia,” ujar pernyataan keluarga Giuffre.

Selain kasus Epstein, Pangeran Andrew juga dilaporkan sempat bertemu dengan Cai Qi, pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok, pada 2018 dan 2019. Ia disebut memiliki hubungan dengan dua warga Inggris yang dituduh sebagai mata-mata Beijing, meski kasus itu kemudian dibatalkan oleh Kejaksaan Inggris.

Sebelumnya, Andrew telah kehilangan seluruh jabatan militernya, dihapus dari berbagai afiliasi amal, dan dilarang menggunakan gelar “His Royal Highness (HRH)”. Kini, ia juga tidak lagi menggunakan gelar “Earl of Inverness” dan “Baron Killyleagh” yang diperolehnya saat menikah.

Anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh, Rachael Maskell, mendesak agar undang-undang baru segera disahkan untuk memberi kewenangan kepada raja mencabut gelar bangsawan tanpa harus menunggu keputusan parlemen. “Sudah saatnya aturan ini diberlakukan,” kata Maskell.

Sementara itu, dokumen baru yang dirilis oleh Komite Pengawasan DPR AS memperlihatkan bukti komunikasi dan catatan penerbangan yang menunjukkan Andrew masih berhubungan dengan Epstein setelah tahun 2010. Catatan tersebut mencantumkan nama Andrew dalam empat penerbangan menggunakan jet pribadi Epstein antara 1999 hingga 2006.

Jeffrey Epstein ditemukan tewas di penjara Manhattan pada Agustus 2019, dengan penyelidikan yang menyimpulkan kematian akibat bunuh diri. Ia sebelumnya telah mengaku bersalah atas kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur pada 2008.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.