Akurat
Pemprov Sumsel

Gencatan Senjata Masih Berlaku, Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Dua Warga

Kumoro Damarjati | 27 Oktober 2025, 06:34 WIB
Gencatan Senjata Masih Berlaku, Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Dua Warga

 

AKURAT.CO Ketegangan di perbatasan Israel–Lebanon kembali meningkat. Meski gencatan senjata masih berlaku hampir setahun, militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah selatan dan timur Lebanon, Minggu (26/10/2025). Serangan ini menewaskan dua orang dan melukai satu lainnya.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan pertama menghantam sebuah mobil di Naqoura, Provinsi Tyre, yang menewaskan satu orang. Tak lama berselang, serangan kedua menargetkan kendaraan di Nabi Sheet, wilayah Baalbek bagian timur, dan menewaskan satu korban lainnya.

“Serangan musuh Israel terhadap sebuah mobil di Naqoura di provinsi Tyre menyebabkan kematian satu orang,” ujar pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Lebanon dikutip AFP.

Israel Klaim Targetkan Hizbullah

Hingga saat ini, militer Israel belum mengeluarkan komentar resmi atas serangan terbaru tersebut. Namun, selama beberapa bulan terakhir Israel kerap menyatakan bahwa mereka menargetkan posisi militer Hizbullah, kelompok bersenjata yang berbasis di Lebanon dan didukung Iran.

Meski demikian, pihak Lebanon menilai serangan-serangan itu telah menelan banyak korban sipil dan melanggar kesepakatan gencatan senjata yang disepakati tahun lalu.

Dalam laporan yang sama, Kementerian Kesehatan Lebanon juga mencatat adanya satu orang terluka akibat ledakan sisa bom di kota Aitaroun, wilayah selatan. Ledakan itu diduga berasal dari amunisi yang belum meledak setelah serangan sebelumnya.

Eskalasi Serangan dalam Sepekan

Serangan Minggu ini menambah daftar panjang eskalasi militer Israel di Lebanon dalam beberapa pekan terakhir. Sehari sebelumnya, Sabtu (25/10), dua warga tewas akibat serangan serupa di wilayah selatan. Israel mengklaim bahwa korban merupakan anggota Hizbullah.

Sementara itu, dua orang lainnya dilaporkan tewas pada Jumat (24/10), dan empat orang, termasuk seorang wanita lanjut usia, meninggal dalam serangan udara Israel pada Kamis (23/10) di Lebanon timur dan selatan.

Laporan ini memperlihatkan bahwa intensitas serangan meningkat tajam menjelang akhir Oktober, menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya kembali konflik terbuka antara Israel dan Hizbullah.

PBB Soroti Dugaan Pelanggaran Hukum Perang

Pekan lalu, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia menyoroti serangkaian serangan Israel terhadap kendaraan sipil di Lebanon. Dalam laporannya, ia menyebut bahwa aksi tersebut bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang jika terbukti tidak proporsional dan menargetkan warga sipil.

Namun, Israel menolak tudingan tersebut dan menegaskan bahwa semua serangan diarahkan pada milisi Hizbullah yang dianggap mengancam keamanan nasionalnya.

Gencatan Senjata yang Rapuh

Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang disepakati tahun lalu menuntut kedua pihak untuk menarik pasukan mereka. Berdasarkan perjanjian, Israel harus mundur dari Lebanon selatan, sementara Hizbullah diwajibkan mundur ke utara Sungai Litani dan membongkar seluruh infrastruktur militernya di kawasan perbatasan.

Namun, hingga kini Israel masih menempatkan pasukannya di lima titik strategis perbatasan, yang diklaim penting untuk keamanan. Di sisi lain, pemerintah Lebanon menghadapi tekanan dari Amerika Serikat untuk melucuti Hizbullah, sebuah langkah yang ditolak keras oleh kelompok tersebut dan para sekutunya di parlemen.

Kondisi ini membuat situasi di perbatasan Israel–Lebanon tetap rapuh dan berpotensi memicu konflik berskala besar kapan saja, terutama jika serangan lintas batas terus berlanjut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.