Akurat
Pemprov Sumsel

Jutaan Warga Ukraina Terjebak dalam Dingin dan Gelap Setelah Serangan Rusia Lumpuhkan Listrik Nasional

Kumoro Damarjati | 10 November 2025, 17:44 WIB
Jutaan Warga Ukraina Terjebak dalam Dingin dan Gelap Setelah Serangan Rusia Lumpuhkan Listrik Nasional

AKURAT.CO Jutaan warga Ukraina terpaksa menghadapi suhu dingin dan kegelapan setelah serangan besar-besaran Rusia menghantam fasilitas energi di berbagai wilayah, menyebabkan pemadaman listrik meluas di seluruh negeri.

Menurut otoritas setempat, skala kerusakan yang besar membuat proses pemulihan aliran listrik akan memakan waktu lama. Pemerintah Ukraina kini menerapkan sistem penggiliran listrik, termasuk di ibu kota Kyiv, mengalami pemadaman selama 10 hingga 12 jam pada Minggu (9/11).

Menteri Energi Ukraina, Svitlana Grynchuk, menyebut serangan pada Sabtu lalu sebagai “salah satu serangan balistik terbesar terhadap infrastruktur energi” sejak invasi Rusia dimulai pada 2022.

“Kami memberlakukan pemadaman darurat di hampir seluruh wilayah untuk menstabilkan jaringan listrik,” ujarnya. Setelah kondisi membaik, pemadaman dilakukan bergilir agar warga bisa menyesuaikan kegiatan harian mereka.

Serangan Terjadi Saat Suhu Mulai Turun

Serangan terbaru terjadi saat suhu udara di Ukraina mulai turun ke satu digit derajat Celsius. Rusia diketahui kerap meningkatkan serangan terhadap jaringan energi Ukraina menjelang musim dingin, guna menekan kemampuan negara itu bertahan di tengah cuaca ekstrem.

Kondisi ini membuat warga Ukraina harus beradaptasi. Generator diesel kini menjadi pemandangan umum, sementara keluarga mengatur jadwal memasak, belajar, dan aktivitas lain sesuai jadwal pemadaman.

Serangan Balistik di Tengah Malam

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan, sedikitnya sembilan wilayah Ukraina diserang pada malam hingga Sabtu dini hari. Sedikitnya 15 warga sipil tewas, termasuk tiga orang di Dnipro ketika drone Rusia menghantam gedung apartemen sembilan lantai.

Video amatir menunjukkan ledakan terjadi di tengah kegelapan. “Saya tidak tahu bagaimana bisa selamat, semua pecahan logam jatuh ke tempat tidur saya,” kata Larysa, salah satu penghuni bangunan tersebut.

Menurut Angkatan Udara Ukraina, dari 45 rudal yang diluncurkan Rusia—termasuk senjata balistik—hanya sembilan yang berhasil ditembak jatuh. Selain itu, sekitar 450 drone juga diluncurkan ke berbagai wilayah seperti Poltava, Dnipropetrovsk, dan Kyiv.

Zelensky menyebut sistem pertahanan udara negaranya masih terbatas. “Hanya beberapa sistem di dunia yang mampu mencegat rudal balistik secara efektif. Kami membutuhkan lebih banyak sistem seperti Patriot dan rudal tambahan,” ujarnya.

Ukraina Minta Tambahan Bantuan Pertahanan

Ukraina kini tengah berkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk membeli lebih banyak sistem pertahanan udara Patriot. Namun, permintaan Ukraina atas rudal jarak jauh Tomahawk sempat ditolak oleh Presiden Donald Trump bulan lalu.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan terbaru merupakan balasan atas serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia. Moskow menyebut pihaknya menargetkan “fasilitas industri militer dan energi yang mendukung operasi militer Ukraina,” termasuk dengan penggunaan rudal Kinzhal.

Krisis Energi Meningkat, Ukraina Janjikan “Cahaya dan Panas”

Serangan terhadap infrastruktur energi telah mengurangi kapasitas produksi gas Ukraina. Pemerintah memperkirakan harus mengimpor gas mahal dari Eropa untuk menutupi kekurangan pasokan.

“Meski rencana musuh ingin membuat kami membeku dalam kegelapan, Ukraina akan tetap memiliki cahaya dan panas musim dingin ini,” tegas Menteri Energi Grynchuk.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina juga meningkatkan serangan drone terhadap kilang minyak dan infrastruktur energi Rusia, termasuk pipa dan stasiun pompa di wilayah Volgograd. Gubernur Andrey Bocharov mengonfirmasi salah satu gardu listrik di wilayah itu sempat rusak sebelum aliran listrik kembali pulih beberapa jam kemudian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.