Akurat
Pemprov Sumsel

Trump Desak Presiden Israel Beri Pengampunan Penuh untuk Netanyahu di Kasus Korupsi

Kumoro Damarjati | 12 November 2025, 22:29 WIB
Trump Desak Presiden Israel Beri Pengampunan Penuh untuk Netanyahu di Kasus Korupsi

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan kepada Presiden Israel Isaac Herzog untuk memberikan pengampunan penuh kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang tengah menjalani persidangan kasus korupsi.

Dalam surat resmi yang dirilis oleh juru bicara Presiden Israel, Trump menulis, “Saya menyerukan agar Anda memberikan pengampunan penuh kepada Benjamin Netanyahu, seorang perdana menteri yang tegas di masa perang dan kini memimpin Israel menuju masa damai.”

Surat tersebut menjadi langkah terbaru Trump dalam menunjukkan dukungan terhadap salah satu sekutu politik internasionalnya yang paling vokal. Netanyahu sendiri menghadapi tiga dakwaan berbeda, termasuk penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Ia telah menyatakan tidak bersalah dan menegaskan bahwa tuduhan tersebut bermotif politik.

Trump juga menambahkan bahwa meski menghormati independensi sistem peradilan Israel, ia menilai kasus yang menjerat Netanyahu sebagai “penuntutan politik yang tidak berdasar.”

Reaksi dari Kantor Presiden Israel

Kantor Presiden Herzog menyampaikan bahwa ia menghormati Trump dan menghargai dukungannya terhadap Israel, termasuk upayanya dalam pembebasan sandera dan keamanan regional. Namun, pihaknya menegaskan bahwa prosedur hukum tetap harus diikuti, di mana permohonan pengampunan hanya dapat diajukan oleh terdakwa, kuasa hukum, atau anggota keluarga. Hingga kini, Netanyahu belum mengajukan permohonan resmi.

Dukungan dan Kritik di Israel

Surat Trump memicu beragam reaksi di Israel. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menyambut baik langkah tersebut dan menilai tuduhan terhadap Netanyahu sebagai “aib bagi lembaga penuntutan.”
Sebaliknya, Pemimpin Oposisi Yair Lapid mengingatkan bahwa menurut hukum Israel, syarat pertama untuk mendapatkan pengampunan presiden adalah pengakuan bersalah dan penyesalan, dua hal yang belum dilakukan Netanyahu.

Latar Belakang Kasus Netanyahu

Netanyahu menjadi perdana menteri pertama dalam sejarah Israel yang diadili atas tuduhan kriminal saat masih menjabat. Persidangan terhadapnya dimulai pada Mei 2020, sementara kesaksiannya baru dimulai pada Desember 2024 dan telah mengalami beberapa kali penundaan atas permintaannya sendiri. Proses hukum ini diperkirakan akan berlangsung beberapa tahun lagi.

Pola Dukungan Trump terhadap Sekutunya

Trump diketahui kerap ikut campur dalam kasus hukum yang menimpa sekutu politiknya di berbagai negara. Pada Juli lalu, ia meminta otoritas Brasil menghentikan proses hukum terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro. Sebelumnya, pada April, ia juga membela tokoh sayap kanan Prancis Marine Le Pen setelah dilarang mencalonkan diri akibat kasus penggelapan dana Uni Eropa.

Dalam unggahan di media sosialnya, Trump menyebut bahwa apa yang terjadi pada Le Pen merupakan bentuk “lawfare” dari kaum kiri Eropa untuk membungkam lawan politik, pola yang disebutnya mirip dengan kasus yang ia hadapi di AS.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.