Trump Bercanda Soal Jumlah Istri Presiden Suriah Saat Pertemuan Bersejarah di Gedung Putih

AKURAT.CO Momen tak terduga terjadi di Gedung Putih ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan candaan kepada Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa soal jumlah istrinya. Candaan itu muncul di tengah kunjungan bersejarah yang menandai pertama kalinya seorang pemimpin Suriah berkunjung ke AS sejak negara itu merdeka dari Prancis pada 1946.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Trump tampak memberikan hadiah berupa parfum kepada Al-Sharaa. Ia kemudian menyemprotkan parfum tersebut ke tamunya sambil berkata, “Ini wewangian terbaik! Dan yang satu lagi untuk istrimu.” Setelah itu, Trump bertanya dengan nada bercanda, “Berapa istri kamu? Satu?”
Al-Sharaa yang tersenyum menjawab, “Satu,” dan Trump menimpali sambil tertawa, “Kamu tidak pernah tahu!”
Candaan tersebut menuai beragam reaksi dari publik, sebagian menilai momen itu mencairkan suasana, sementara lainnya menganggapnya tidak pantas dalam konteks diplomatik.
Pertemuan antara Trump dan Al-Sharaa pada Senin (10/11/2025) dianggap bersejarah karena mempertemukan dua sosok yang sebelumnya berada di pihak berseberangan. Al-Sharaa, yang pernah menjadi komandan kelompok Al-Qaeda dan sempat masuk daftar buronan AS dengan hadiah 10 juta dolar, kini menjabat sebagai Presiden Suriah setelah menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024.
Kunjungan ini juga berlangsung di tengah kebijakan Washington yang memperpanjang penangguhan sanksi ekonomi terhadap Suriah selama 180 hari. Dalam pertemuan itu, Al-Sharaa menyerahkan sejumlah hadiah simbolis kepada Trump, termasuk replika artefak kuno Suriah yang diklaim sebagai “huruf, perangko, dan not musik pertama dalam sejarah.”
Trump menyebut latar belakang Al-Sharaa sebagai kisah yang luar biasa. “Kita semua punya masa lalu yang berat, tapi dia mungkin yang paling berat. Dan mungkin justru itu yang membuatnya punya kesempatan baru,” ujar Trump.
Al-Sharaa berharap kunjungan ini membuka jalan bagi pencabutan permanen sanksi AS terhadap Suriah, yang selama bertahun-tahun diberlakukan akibat dugaan pelanggaran HAM di masa pemerintahan Assad.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








