Foto Donald Trump Sempat Dihapus dari Dokumen Epstein, Ini Penjelasan Kementerian Kehakiman AS

AKURAT.CO Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengakui sempat menghapus sejumlah dokumen dari situs resminya, termasuk sebuah foto yang menampilkan Presiden AS Donald Trump, dalam rangkaian dokumen Epstein. Penghapusan ini dilakukan setelah adanya kekhawatiran yang disampaikan oleh para korban kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menegaskan bahwa langkah tersebut tidak berkaitan dengan upaya melindungi Trump. Ia menjelaskan bahwa foto tersebut menampilkan gambar perempuan yang belum disamarkan identitasnya, sehingga dikhawatirkan dapat melanggar hak korban. “Penghapusan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Presiden Trump,” kata Blanche, seraya menepis kritik yang menyebut pemerintah sengaja menutup-nutupi informasi.
Setidaknya 13 dokumen dilaporkan hilang dari situs DOJ pada Sabtu, sehari setelah ribuan dokumen terkait Epstein dirilis ke publik. Hilangnya berkas-berkas tersebut memicu pertanyaan dari anggota Partai Demokrat di Komite Pengawasan DPR AS. Mereka mempertanyakan alasan penghapusan dan mendesak Jaksa Agung Pam Bondi untuk bersikap transparan kepada publik.
DOJ kemudian menjelaskan melalui media sosial bahwa foto Trump tersebut ditandai oleh Kantor Kejaksaan Distrik Selatan New York untuk ditinjau ulang demi melindungi korban. Foto itu disebut dihapus sementara “demi kehati-hatian”. Setelah dilakukan peninjauan, pemerintah menyimpulkan tidak ada korban Epstein yang muncul dalam gambar tersebut, sehingga foto tersebut kembali diunggah tanpa perubahan.
Foto yang dimaksud memperlihatkan sebuah meja di rumah Epstein dengan laci terbuka berisi sejumlah foto, salah satunya menunjukkan Donald Trump bersama istrinya Melania Trump, Epstein, dan Ghislaine Maxwell, rekan Epstein yang telah divonis bersalah. Meski foto Trump telah dipulihkan, sejumlah dokumen lain hingga Minggu malam belum dikembalikan ke situs DOJ.
Blanche menyebut anggapan bahwa pemerintah menghapus foto tersebut karena melibatkan Trump sebagai “tidak masuk akal”. Ia menegaskan bahwa banyak foto Trump bersama Epstein telah lama beredar di ruang publik dan tidak pernah dikaitkan dengan tindakan melanggar hukum.
Penghapusan dokumen ini terjadi di tengah sorotan tajam terhadap DOJ, yang dinilai belum sepenuhnya mematuhi undang-undang yang mewajibkan rilis total dokumen Epstein. Sejumlah dokumen yang dirilis juga banyak disunting (disensor), sehingga minim informasi baru terkait kejahatan Epstein.
Anggota Kongres dari Partai Republik, Thomas Massie, bahkan menyatakan kekecewaannya terhadap penanganan dokumen Epstein Donald Trump oleh pemerintah. Ia menegaskan bahwa fokus utama seharusnya adalah keadilan bagi para korban, bukan sekadar kepatuhan administratif. “Saya tidak akan puas sampai para penyintas merasa puas,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









