Dino Patti Djalal: Serangan AS ke Venezuela Tanda Dunia Masuk Era Hukum Rimba

AKURAT.CO Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Dino Patti Djalal, menyatakan keprihatinannya menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela.
Kekhawatiran tersebut semakin besar setelah AS dilaporkan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya dan menerbangkan keduanya ke luar wilayah negara tersebut.
Menurut Dino, tindakan AS itu menjadi alarm keras bagi negara-negara dan komunitas internasional karena menandai pergeseran serius terhadap norma hukum yang selama ini berlaku dalam hubungan internasional.
“Invasi militer dan penangkapan atau penculikan Presiden Venezuela Maduro oleh AS menandakan bahwa hukum rimba telah menggantikan hukum internasional,” ujar Dino melalui akun X pribadinya, @dinopattidjalal, Sabtu (3/1/2025).
Ia menilai, langkah tersebut menunjukkan dunia tengah memasuki fase tatanan global yang semakin berbahaya.
Baca Juga: Situasi Memanas, Kemlu Pastikan WNI di Venezuela Aman Usai Serangan AS
Negara-negara yang merasa kuat dinilai dapat bertindak sewenang-wenang terhadap negara lain tanpa mengindahkan hukum internasional.
“Negara yang kuat merasa berhak melakukan aksi ‘semau gue’ terhadap negara lain. Ini pertanda kita memasuki a dangerous world order,” lanjutnya.
Dino juga menyoroti sikap komunitas internasional yang dinilainya akan menjadi ujian serius ke depan.
Ia mempertanyakan respons Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), negara-negara G7, serta kawasan Amerika Latin terhadap peristiwa tersebut.
Tak hanya itu, Dino turut mempertanyakan posisi dan sikap pemerintah Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif di tengah situasi global yang semakin kompleks.
“Bagaimana sikap DK PBB? Sikap G7? Bagaimana sikap Amerika Latin? Bagaimana sikap Indonesia? Ini menjadi ujian bagi politik luar negeri bebas aktif yang berlandaskan prinsip,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








