Reaksi Malaysia Atas Serangan AS ke Venezuela, Anwar Ibrahim Tegaskan Bela Kedaulatan dari Gaza hingga Venezuela

AKURAT.CO Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, menegaskan sikap negaranya yang akan terus membela dan menyuarakan hak kedaulatan setiap bangsa, terutama negara-negara yang pernah dijajah. Sikap ini, kata Anwar, sejalan dengan prinsip hukum internasional dan tatanan global yang adil.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat menanggapi perkembangan terbaru di Venezuela, menyusul operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.
Menurut Anwar, reaksi Malaysia atas serangan AS ke Venezuela mencerminkan posisi Malaysia sebagai negara berkembang yang tetap menjunjung tinggi hukum internasional dan norma global.
“Meski Malaysia adalah negara berkembang, kita adalah negara yang merdeka dan berdaulat, berpandukan prinsip hukum dan tatanan internasional,” ujar Anwar dalam Amanat Tahun Baru 2026 pada perhimpunan bulanan Jabatan Perdana Menteri, Senin.
Ia menegaskan, sikap tegas Malaysia ini konsisten diterapkan dalam berbagai isu global, termasuk konflik di Gaza dan situasi di Venezuela.
“Sejak awal, para pemimpin kita menentang sistem apartheid di Afrika Selatan dan memperjuangkan kemerdekaan semua negara yang pernah dijajah,” tambahnya.
Sehari sebelumnya, Anwar secara terbuka menyatakan keprihatinannya atas penahanan Presiden Venezuela dan istrinya oleh militer Amerika Serikat di Caracas. Ia menilai tindakan tersebut belum pernah terjadi sebelumnya, baik dari sisi skala maupun dampaknya terhadap hubungan internasional.
Anwar menilai penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat untuk menjatuhkan kepala pemerintahan melalui campur tangan asing tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan hukum internasional.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pasukan AS menangkap Nicolas Maduro dan istrinya pada Sabtu dini hari, sebelum membawa keduanya ke New York untuk menghadapi dakwaan hukum federal. Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengelola Venezuela hingga tercapai “transisi yang aman dan tepat”.
Pernyataan Trump tersebut menuai sorotan tajam dari berbagai negara, termasuk Malaysia, yang menilai langkah tersebut berpotensi merusak prinsip kedaulatan dan stabilitas internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







