Warga AS Protes Penyerangan ke Venezuela dan Penangkapan Maduro, Aksi Massa Meluas hingga Eropa

AKURAT.CO Gelombang penolakan terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat mencuat di berbagai kota besar akhir pekan lalu. Warga AS protes penyerangan ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro melalui aksi demonstrasi besar-besaran yang menuntut dihentikannya operasi militer Washington di negara Amerika Selatan tersebut.
Aksi terbesar berlangsung di New York City. Ribuan demonstran dari beragam latar belakang memadati Times Square sebelum bergerak menyusuri jalan-jalan utama Manhattan. Mereka menyuarakan kecaman terhadap apa yang disebut sebagai perang ilegal dan bentuk intervensi imperialis Amerika Serikat di Venezuela.
Dalam aksi itu, para demonstran membawa poster bertuliskan “U.S. hands off Venezuela”, “No war for oil”, hingga “Trump resign”. Massa menilai penyerangan ke Venezuela dan penangkapan Maduro tidak dilandasi kepentingan hukum dan keadilan, melainkan motif ekonomi dan politik global.
Anggota Dewan Kota New York, Zohran Mamdani, turut menyuarakan dukungan terhadap aksi tersebut. Dalam pernyataannya, ia menyebut langkah sepihak pemerintah AS sebagai tindakan perang yang melanggar hukum federal serta hukum internasional.
Solidaritas Global Menggema di Eropa
Penolakan terhadap kebijakan Washington tidak hanya terjadi di dalam negeri. Di Paris, Prancis, ratusan orang berkumpul di Place de la République sambil membakar bendera Amerika Serikat dan membawa spanduk bertuliskan “Boycott USA” serta “Stop imperialist attacks on Venezuela”.
Aksi serupa juga berlangsung di Spanyol. Kelompok kiri dan organisasi komunis menggelar demonstrasi dengan slogan-slogan keras seperti “Kami tidak ingin menjadi koloni AS” dan “Tangan AS berlumuran darah”. Unjuk rasa anti-intervensi turut dilaporkan terjadi di Jerman, Belanda, Belgia, hingga Tunisia.
Penyerangan ke Venezuela Picu Perdebatan Global
Rangkaian aksi protes lintas negara ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap penggunaan kekuatan militer secara sepihak untuk mengganti rezim sebuah negara. Isu kedaulatan nasional, hukum internasional, serta hak menentukan nasib sendiri kembali menjadi sorotan utama.
Bagi banyak negara dan masyarakat dunia, warga AS yang protes penyerangan ke Venezuela dan penangkapan Maduro menjadi simbol penolakan terhadap politik kekuatan dan campur tangan asing. Demonstrasi ini sekaligus menegaskan bahwa penyelesaian konflik internasional dinilai lebih tepat ditempuh melalui jalur diplomasi, bukan senjata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








