Akurat
Pemprov Sumsel

Partai Komunis Vietnam Gelar Kongres untuk Tentukan Arah Ekonomi dan Pemimpin Baru

Kumoro Damarjati | 19 Januari 2026, 16:21 WIB
Partai Komunis Vietnam Gelar Kongres untuk Tentukan Arah Ekonomi dan Pemimpin Baru

AKURAT.CO Partai Komunis Vietnam tengah menggelar kongres nasional untuk menentukan kepemimpinan baru sekaligus menetapkan arah kebijakan ekonomi negara yang perekonomiannya tumbuh cepat. Kongres ini menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi di Vietnam, yang menganut sistem satu partai.

Kongres Partai Komunis Vietnam diselenggarakan setiap lima tahun. Dalam forum inilah ditentukan kebijakan strategis negara, mulai dari arah ekonomi dan politik luar negeri hingga pemilihan pimpinan partai, termasuk jabatan paling berpengaruh, yakni sekretaris jenderal.

Saat ini, To Lam disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk kembali menduduki posisi sekretaris jenderal. Jabatan tersebut dipilih secara tertutup oleh elite partai, tanpa keterlibatan langsung masyarakat. To Lam, 68 tahun, telah memegang jabatan tersebut sejak Agustus 2024 dan dikenal mendorong agenda reformasi ekonomi yang ambisius.

Target Pertumbuhan Tinggi di Tengah Tantangan Global

Vietnam selama bertahun-tahun berupaya meniru keberhasilan ekonomi China, yang tumbuh pesat berkat ekspor. Saat ini, Vietnam menjadi ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara dan salah satu pusat manufaktur berbasis ekspor.

Namun, Vietnam juga menghadapi tantangan besar. Kasus korupsi menyebabkan dua presiden sebelumnya lengser, sementara kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi ancaman baru bagi ekspor.

Vietnam sempat terancam tarif hingga 46 persen, meski kini bea masuk produk Vietnam ke AS berada di kisaran 20 persen. Meski demikian, data resmi menunjukkan ekspor Vietnam ke AS justru melonjak 28 persen dan mencetak rekor tertinggi.

Sistem politik satu partai dengan kesinambungan kebijakan dinilai membuat Vietnam menarik bagi investor asing, terutama saat perusahaan global memindahkan rantai pasok dari China. Menjaga arus investasi ini menjadi prioritas utama pemerintah.

Pemerintah Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 10 persen pada 2026, jauh di atas rata-rata pertumbuhan lebih dari 6 persen yang selama ini dicapai. Pengamat menilai target tersebut sulit dicapai, namun keberhasilan ekonomi dianggap krusial bagi legitimasi Partai Komunis.

Bagaimana Pemimpin Vietnam Dipilih

Sekitar 1.600 delegasi Partai Komunis akan menyetujui dokumen kebijakan untuk lima tahun ke depan dan memilih Komite Sentral yang beranggotakan sekitar 200 orang.

Dari Komite Sentral inilah akan dipilih 17 hingga 19 anggota Politbiro, badan pengambil keputusan tertinggi Partai Komunis, termasuk sekretaris jenderal. Seluruh kandidat telah ditentukan sebelumnya oleh partai, sehingga proses pemilihan biasanya berlangsung hampir bulat tanpa oposisi. Masyarakat Vietnam tidak memiliki peran langsung dalam pemilihan pemimpin nasional.

Susunan kepemimpinan puncak akan diumumkan pada hari terakhir kongres, 25 Januari, yang ditandai dengan pidato penutupan sekretaris jenderal.

Sosok To Lam dan Agenda “Kebangkitan Nasional”

To Lam terpilih sebagai sekretaris jenderal pada 3 Agustus 2024, menggantikan Nguyen Phu Trong yang wafat pada Juli 2024. Saat ini, ia memegang kendali penuh atas struktur kekuasaan partai dan negara.

Ia memimpin Komite Sentral, Politbiro, dan Sekretariat, mengawasi angkatan bersenjata sebagai Sekretaris Komisi Militer Pusat, serta mengepalai lembaga antikorupsi partai. Dalam sistem Vietnam, sekretaris jenderal merupakan pemimpin tertinggi negara dan partai.

Mantan perwira kepolisian di Kementerian Keamanan Publik itu memosisikan diri sebagai reformis dengan visi pertumbuhan ekonomi tinggi. Ia mencanangkan “era kebangkitan nasional” dan menargetkan Vietnam menjadi negara berpendapatan menengah atas berbasis pengetahuan dan teknologi pada 2045.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.