Zelensky Ungkit Perang di Ukraina Akibat Negara Besar Dunia Lunak terhadap Rusia

AKURAT.CO Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa perang Rusia melawan Ukraina merupakan akibat dari sikap acuh tak acuh negara-negara besar dunia.
Pernyataan itu disampaikan Zelensky saat berpidato dalam sebuah upacara peringatan korban Pemberontakan Januari 1863–1864 di Vilnius, Lithuania, pada Minggu (25/1). Menurutnya, perang Rusia di Ukraina—serta konflik yang melibatkan Rusia di Moldova, Georgia, dan Chechnya—berakar dari kegagalan dunia internasional menghadapi kenyataan yang dirasakan masyarakat di kawasan tersebut.
Zelensky menilai, pada akhir era Uni Soviet, sepanjang 1990-an hingga awal abad ke-21, banyak kekuatan dunia memilih bersikap lunak terhadap Rusia dan berharap pada kebijakan “reset” hubungan, yang pada akhirnya justru menimbulkan masalah besar.
“Perang Rusia melawan Ukraina dan perang-perang Rusia lainnya—di Moldova, Chechnya, dan Georgia—adalah akibat dari pengabaian terhadap kebenaran yang dirasakan oleh rakyat kami, serta sikap acuh negara-negara besar dunia yang memilih bertaruh pada Rusia,” kata Zelensky.
Ia menambahkan, Ukraina bersama negara-negara mitranya kini berupaya memastikan kesalahan serupa tidak terulang. Menurutnya, kerja sama yang kuat diperlukan untuk melindungi Ukraina dan sekaligus menjaga keamanan Eropa.
Zelensky juga mendesak negara-negara Eropa untuk bertindak dengan persatuan penuh agar ancaman terhadap kawasan dan masyarakat Eropa dapat dihentikan.
“Para politisi Eropa harus menyadari bahwa mereka mewakili negara-negara yang bebas dan merdeka. Mereka tidak perlu menjadi pemimpin pemberontakan melawan kekaisaran atau penjajah. Namun Eropa belum saatnya berleha-leha selama mesin perang Rusia belum berhenti dan para diktator di sekitar Eropa belum melemah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Rusia dan rezim otoriter di sekitarnya memandang Eropa sebagai target yang rentan.
Sebelumnya, pada 22 Januari dalam forum ekonomi dunia di Davos, Zelensky juga melontarkan kritik keras terhadap Eropa. Ia menilai sejumlah mitra Ukraina bersikap pasif dalam menghadapi agresi Rusia.
Dalam kesempatan itu, Zelensky juga menyinggung kondisi di Belarus dengan mengatakan bahwa “anjing milik Presiden Belarus Alexander Lukashenko memiliki lebih banyak hak dibandingkan rakyat Belarus sendiri.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







