Kelompok Bersenjata Kuasai Gaza, Gunakan Senjata Israel dan Targetkan Hamas

AKURAT.CO Kelompok-kelompok bersenjata kriminal dilaporkan semakin leluasa beroperasi di Jalur Gaza di tengah melemahnya kendali keamanan. Laporan terbaru menyebutkan, sejumlah geng menggunakan senjata buatan Israel untuk menyerang anggota Hamas maupun warga sipil Palestina.
Salah satu kelompok yang disebut adalah Helles Gang. Berdasarkan laporan media Saudi Asharq Al-Awsat, kelompok ini memaksa warga Palestina keluar dari sebuah kompleks perumahan atas permintaan Israel. Aksi tersebut memicu serangan balasan dari Hamas yang menyergap sejumlah anggota geng di pinggiran Kota Gaza, Senin pagi.
Surat kabar itu juga melaporkan, beberapa warga Palestina tewas ketika mendekati garis kuning pembatas di kawasan Shejaia dan Tuffah akibat tembakan kelompok tersebut.
Pemimpin Helles Gang, Rami Helles, mengonfirmasi tewasnya salah satu anggota awal kelompok itu, Raad al-Jamal, melalui unggahan di Facebook.
Kemunculan banyak geng kriminal ini disebut berkaitan dengan kekosongan kekuasaan di Gaza, seiring melemahnya Hamas akibat serangan udara Israel yang intensif. Kelompok-kelompok tersebut saling berebut pengaruh dan secara aktif menargetkan tokoh-tokoh senior Hamas. Beberapa di antaranya bahkan diduga mendapat dukungan dari Israel.
Mereka menamakan diri sebagai “Pasukan Rakyat” atau “Kelompok Antiterorisme”, sembari melancarkan serangan terhadap Hamas dan faksi lain di wilayah tersebut.
Laporan itu juga menyebut Israel sempat berharap dapat bekerja sama dengan kelompok bersenjata terbesar yang dipimpin Yasser Abu Shabab, sosok yang dikenal kerap merebut bantuan kemanusiaan. Kelompok Abu Shabab kemudian berkembang di wilayah yang berada di bawah kendali Israel.
Namun, Abu Shabab dilaporkan tewas dibunuh Hamas. Kepemimpinan kelompok tersebut selanjutnya beralih kepada Ghassan al-Dahini.
Selain itu, sejumlah geng disebut terlibat dalam pembunuhan anggota dinas keamanan Hamas dan Brigade Al-Qassam. Pembunuhan pertama dilakukan oleh kelompok pimpinan Shawqi Abu Nseira, yang menewaskan perwira Dinas Keamanan Internal Hamas, Ahmed ZamZam, di Kamp Pengungsi Maghazi, Gaza tengah.
Sumber-sumber yang dikutip Asharq Al-Awsat mengungkapkan bahwa para anggota geng memperoleh senjata dan pasokan makanan dari Israel.
Pada 12 Januari, Kepala Investigasi Hamas Mahmoud al-Astal tewas dalam aksi pembunuhan terencana di Khan Younis. Serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok yang dipimpin Housam al-Astal, yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
Kelompok Abu Nseira dan Al-Astal disebut menunjukkan loyalitas lebih kuat kepada Israel. Para pelaku serangan dilaporkan menggunakan kamera tubuh serta pistol bersilencer. Bahkan, para pemimpin geng tersebut diduga telah dilatih oleh Mossad dan direkrut Shin Bet.
Sementara itu, pada tahun lalu, jurnalis Palestina berusia 28 tahun, Saleh Al-Jafarawi, dilaporkan tewas dalam bentrokan yang melibatkan klan Dughmush di kawasan Sabra, Gaza.
Jenazah Al-Jafarawi ditemukan di bagian belakang sebuah truk, masih mengenakan rompi bertuliskan “press”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







