AKURAT.CO Kejaksaan Italia memanggil satu orang untuk diperiksa dalam penyelidikan dugaan keterlibatan sejumlah warga Italia dalam aksi penembakan terhadap warga sipil selama perang Bosnia 1992–1995. Mereka diduga bergabung dengan unit penembak jitu Serbia dan menembaki warga sipil “untuk hiburan”, menurut laporan media setempat, Rabu (5/2).
Penyelidikan ini bermula dari laporan pidana yang diajukan jurnalis sekaligus penulis Italia, Ezio Gavazzeni, pada Februari 2025. Ia menyerahkan sejumlah dokumen dan bukti terkait pengepungan Sarajevo kepada aparat penegak hukum.
Kantor Kejaksaan Milan kemudian membuka penyelidikan pada November 2025, dengan fokus pada kelompok yang disebut “sniper akhir pekan”, yakni orang-orang dari Italia dan negara lain yang diduga datang ke Bosnia untuk ikut serta dalam aksi penembakan selama perang.
Kantor berita ANSA melaporkan, mengutip sumber peradilan, seorang mantan sopir truk berusia 80 tahun yang tinggal di Pordenone, Italia timur laut, telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada 9 Februari.
Jaksa menduga pada periode 1992–1995, pria tersebut bersama sejumlah orang lain yang belum teridentifikasi menembakkan senapan runduk dari perbukitan di sekitar Sarajevo. Aksi itu diduga menewaskan warga sipil tak bersenjata, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia, sebagai bagian dari rencana kejahatan.
Sejumlah media Italia juga melaporkan adanya klaim bahwa tersangka pernah membanggakan keterlibatannya dalam “perburuan manusia” di Sarajevo saat pengepungan berlangsung.
Sarajevo mulai diserang pada 6 April 1992 dan dikepung selama lebih dari tiga tahun. Selama periode itu, sebanyak 11.541 warga sipil dilaporkan tewas, termasuk 1.601 anak-anak. Infrastruktur kota serta banyak situs sejarah dan budaya mengalami kerusakan berat.