Akurat
Pemprov Sumsel

Mantan PM Norwegia Thorbjorn Jagland Didakwa Korupsi Berat Terkait Hubungan dengan Jeffrey Epstein

Fitra Iskandar | 13 Februari 2026, 14:31 WIB
Mantan PM Norwegia Thorbjorn Jagland Didakwa Korupsi Berat Terkait Hubungan dengan Jeffrey Epstein

AKURAT.CO Mantan Perdana Menteri Norwegia Thorbjorn Jagland didakwa atas tuduhan “korupsi berat” terkait hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Kepala lembaga kejahatan ekonomi Norwegia, Pal Lonseth, mengatakan kepada penyiar negara NRK bahwa sejumlah properti milik Jagland telah digeledah pada hari yang sama. Pengacara Jagland menyatakan kliennya bersikap kooperatif dengan otoritas. Dakwaan diajukan sehari setelah Dewan Eropa mencabut kekebalan diplomatik yang melekat pada jabatan lama Jagland atas permintaan otoritas Norwegia untuk memproses dugaan korupsi yang memberatkan.

Penyelidik kejahatan ekonomi pekan lalu membuka penyelidikan atas hubungan antara Epstein—finansier yang memiliki jejaring elite global sebelum meninggal bunuh diri di penjara New York pada 2019—dengan Jagland, yang juga pernah menjabat menteri luar negeri dan ketua Komite Nobel Norwegia. Penyelidik menelusuri kemungkinan adanya penerimaan hadiah, fasilitas perjalanan, dan pinjaman yang terkait dengan posisi jabatan.

Dokumen yang dirilis United States Department of Justice menunjukkan kedekatan komunikasi antara Epstein dan Jagland, termasuk pertukaran pesan terkait pertemuan dan perjalanan. Dalam sebuah email Februari 2015, Jagland menulis bahwa ia akan ke Paris dan meminta izin untuk menginap di apartemen Epstein, yang kemudian dikonfirmasi oleh asisten Epstein.

Sejumlah tokoh Norwegia lain ikut menjadi sorotan, termasuk Putri Mahkota Mette-Marit, mantan menteri luar negeri Borge Brende yang kini memimpin World Economic Forum, serta diplomat Mona Juul, yang diskors dari jabatannya sebagai duta besar untuk Yordania dan kemudian mengundurkan diri. Dampak pembukaan dokumen Epstein disebut memicu efek luas secara global, dengan Norwegia termasuk negara yang terdampak besar.

Kasus terhadap Jagland muncul bersamaan dengan persetujuan komite pengawas parlemen Norwegia untuk menggelar dengar pendapat terbuka dan mengirim daftar pertanyaan kepada pemerintah, termasuk soal aktivitas kementerian luar negeri, aliran pembayaran, dan pengamanan. Salah satu pertanyaan menyoroti kemungkinan kaitan sejumlah tokoh sosial Norwegia dalam dokumen Epstein dengan Rusia.

Dalam salah satu korespondensi 2018, Epstein menulis kepada Jagland—saat itu menjabat di Dewan Eropa—menyinggung Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, serta menawarkan jalur komunikasi. Meski tidak ada bukti pertemuan terjadi, isi komunikasi tersebut memicu kekhawatiran baru.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store menyatakan mendukung penyelidikan independen dan siap memberikan kesaksian jika diminta. Komite pengawas memberi tenggat hingga 24 Februari kepada pemerintah untuk menjawab daftar pertanyaan tersebut.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.