Pengamat Politik Timur Tengah UNPAD: Kematian Ali Khamenei Tak Berarti Iran Kecolongan

AKURAT.CO Pengamat politik Timur Tengah Universitas Padjadjaran (UNPAD), Dina Y. Sulaeman, menilai kematian Ali Khamenei dalam serangan terbaru tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai bentuk “kecolongan” aparat keamanan Iran.
Pandangan tersebut ia sampaikan melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Senin (2/3/2026), menanggapi pernyataan sejumlah pihak yang menyebut Iran gagal menjaga pemimpin tertingginya.
Dina mengisahkan, dalam sebuah wawancara televisi yang ia ikuti, muncul pertanyaan publik: “Bukankah seharusnya pemimpin dengan level setinggi itu penjagaan keamanannya sangat ketat?” Pertanyaan itu, menurutnya, juga mewakili benak banyak orang.
Ia kemudian merujuk pada pernyataan pejabat senior Iran, Ali Larijani, yang saat ini menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Larijani, kata Dina, menyebut bahwa Khamenei memang tidak ingin bersembunyi atau meninggalkan masyarakat.
“Ayatullah Khamenei memang tidak mau diminta bersembunyi. Beliau yang maunya tetap bertahan di tengah masyarakat,” tulis Dina. Ia menjelaskan, kediaman dan kantor Khamenei berada di kawasan permukiman di tengah Kota Teheran, bukan di lokasi tertutup atau terisolasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









