China Kutuk Keras Pembunuhan Ali Khamenei, Sebut Pelanggaran Berat Hukum Internasional

AKURAT.CO Pemerintah China mengutuk keras pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang disebut dilakukan dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Beijing menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Iran dan hukum internasional.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu (1/3/2026), Kementerian Luar Negeri China menyebut tindakan itu bertentangan dengan prinsip-prinsip global.
“Pembunuhan itu menginjak-injak tujuan dan prinsip Piagam PBB serta norma-norma dasar dalam hubungan internasional. China dengan tegas menentang dan mengutuk keras tindakan tersebut,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
China juga menyerukan penghentian segera operasi militer terhadap Iran serta mendorong semua pihak menahan diri. Pemerintah Beijing mendesak agar tidak ada eskalasi lebih lanjut yang dapat memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah Iran mengonfirmasi bahwa Ayatollah Khamenei tewas dalam serangan udara yang menargetkan kediamannya pada Sabtu dini hari.
Sejumlah negara dan pemimpin dunia turut mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap norma serta standar internasional.
Baca Juga: Geopolitik Timur Tengah Memanas, Pertamina Perkuat Mitigasi Risiko
Hubungan Iran dan China diketahui semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah Iran kembali dikenai sanksi Amerika Serikat pada 2018. China menjadi salah satu mitra dagang utama Iran, khususnya dalam sektor energi dan proyek-proyek ekonomi strategis.
Di sisi lain, situasi keamanan di kawasan memanas. Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melanjutkan serangan udara di sejumlah wilayah Iran.
Teheran merespons dengan meluncurkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan regional.
Perkembangan terbaru ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik yang berpotensi mengguncang stabilitas Timur Tengah dan memicu dampak global yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









